WASHINGTON – Teka-teki mengenai obsesi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap pulau beku Greenland akhirnya terkuak lebar. Bukan sekadar keinginan impulsif seorang taipan properti yang ingin menambah koleksi tanah, melainkan sebuah kalkulasi geopolitik tingkat tinggi yang menyangkut hidup mati dominasi Amerika.
Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS (dalam wawancara terbaru) membeberkan “kartu as” di balik agresivitas Washington. Menurutnya, Greenland adalah kunci gembok pertahanan belahan bumi Barat yang tidak boleh jatuh ke tangan rival.
1. Harta Karun “Rare Earth” (Logam Tanah Jarang)
Alasan ekonomi utama bukanlah es atau ikan, melainkan apa yang terkandung di bawah perut bumi Greenland. Pulau ini diketahui menyimpan deposit Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements) terbesar di dunia yang belum tersentuh.
Mineral ini adalah bahan baku vital untuk membuat segalanya: mulai dari baterai mobil listrik, cip ponsel pintar, hingga sistem pandu rudal canggih.
“Saat ini China menguasai pasar Rare Earth global. Jika AS menguasai Greenland, dominasi China tamat. AS akan mandiri secara teknologi dan militer,” ungkap sang mantan penasihat.

2. Memblokir “Jalan Tol” Rusia dan China
Alasan kedua adalah murni strategi militer. Dengan mencairnya es di Kutub Utara (Arktik) akibat perubahan iklim, jalur pelayaran baru terbuka. Rusia dan China sangat agresif membangun “Jalur Sutra Es” di kawasan ini.
Posisi Greenland sangat strategis untuk memantau dan memblokir kapal selam maupun rudal balistik antarbenua yang ditembakkan dari arah Kutub Utara menuju Amerika Utara.
“Siapa yang menguasai Greenland, dia menguasai pintu masuk Atlantik Utara. AS tidak bisa membiarkan Denmark yang ‘lemah’ secara militer menjaga pintu gerbang sestrategis itu sendirian, apalagi jika ada investasi China yang masuk ke sana,” tambahnya.
3. Pangkalan Militer Thule yang Vital
AS sebenarnya sudah memiliki Pangkalan Udara Thule di Greenland (pangkalan AS paling utara). Namun, dengan status “sewa” dari Denmark, AS merasa posisinya tidak aman. Menguasai pulau tersebut secara penuh (kedaulatan) akan memberikan kebebasan mutlak bagi Pentagon untuk menempatkan senjata nuklir atau sistem pertahanan rudal tanpa perlu izin rumit dari Kopenhagen.
Jadi, ambisi Trump bukanlah lelucon. Ini adalah langkah preventif AS sebelum Perang Dingin di Kutub Utara benar-benar meletus.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























