JAKARTA – Rabu pagi, 11 Maret 2026, dalam sebuah diskusi santai yang viral di media sosial, Mahfud MD membagikan catatan penting mengenai penanganan keamanan dalam negeri. Ia menyoroti fenomena di mana saat ini istilah Siaga 1 tampak lebih mudah dideklarasikan oleh otoritas keamanan. Padahal, menurut ingatannya, saat terjadi gelombang unjuk rasa masif di tahun-tahun sebelumnya, pemerintah dan aparat keamanan lebih memilih pendekatan yang tidak “menakut-nakuti” publik dengan status militer tertinggi.
Mahfud menekankan bahwa demonstrasi, sebesar apa pun massanya, adalah bagian dari “kebisingan” demokrasi yang wajar. Selama protes tersebut tidak mengarah pada upaya penggulingan kekuasaan yang inkonstitusional atau ancaman kedaulatan dari luar, status keamanan seharusnya bisa dikelola dengan pendekatan persuasif dan preventif oleh kepolisian, tanpa perlu menyeret seluruh instrumen pertahanan ke level Siaga 1.
Mencegah “Normalisasi” Status Darurat
Mahfud memperingatkan bahwa penggunaan status Siaga 1 yang terlalu sering atau tidak tepat sasaran bisa berujung pada “normalisasi kondisi darurat”. Jika rakyat sudah terbiasa mendengar status siaga tertinggi tanpa ada ancaman yang benar-benar mereka rasakan di depan mata, maka wibawa status tersebut akan luntur.
Ia menyarankan agar pemerintah tahun 2026 ini lebih berhati-hati dalam melakukan komunikasi krisis. Narasi keamanan harus dibangun untuk menenangkan, bukan menambah beban psikologis masyarakat yang sudah tertekan oleh isu harga BBM dan inflasi.
“Demo Itu Aspirasi, Bukan Invasi”
Refleksi Mahfud ini menjadi pengingat bahwa stabilitas nasional dibangun dari kepercayaan, bukan sekadar pamer kekuatan militer.
“Dulu, kita menghadapi demo yang massanya jutaan, tapi kita tidak pernah sampai teriak Siaga 1 ke seluruh penjuru negeri. Kenapa? Karena kita percaya pada kekuatan dialog dan kedewasaan rakyat kita sendiri. Di tahun 2026 ini, jangan sampai kita sedikit-sedikit ‘siaga’, padahal masalahnya bisa diselesaikan dengan duduk bersama. Demo itu aspirasi, bukan invasi,” ungkap Mahfud MD, Rabu (11/3/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























