69856ba94395f
Waspada Lubang Raksasa! Ini Daftar Daerah di Indonesia yang Paling Berisiko Terkena Sinkhole

JAKARTA – Fenomena alam sinkhole atau lubang ambles yang muncul secara tiba-tiba seringkali memicu kepanikan warga. Berdasarkan pemetaan geologi terbaru pada Minggu (15/2/2026), sejumlah wilayah di Indonesia diidentifikasi memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi topografi karst atau batuan kapur yang mendominasi struktur bawah tanah di wilayah tersebut.

Sinkhole terjadi ketika lapisan batuan dasar (biasanya batu gamping atau karbonat) larut oleh air hujan atau air tanah, menciptakan rongga besar di bawah permukaan yang sewaktu-waktu bisa runtuh.

Wilayah “Langganan” dan Potensi Risiko

Struktur geologi Indonesia yang kaya akan kawasan karst menjadikannya rentan terhadap fenomena ini. Beberapa daerah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:

  • Gunungkidul (DIY) & Wonogiri (Jawa Tengah): Merupakan bagian dari Pegunungan Sewu yang memiliki sistem gua bawah tanah yang sangat kompleks.

  • Maros & Pangkep (Sulawesi Selatan): Kawasan karst terbesar kedua di dunia ini memiliki tingkat pelarutan batuan yang tinggi.

  • Sukabumi & Bogor (Jawa Barat): Sering dilaporkan terjadi sinkhole akibat aktivitas air tanah yang intens dan beban bangunan di atas tanah kapur.

  • Padalarang (Jawa Barat): Kawasan tambang batu kapur yang memiliki banyak rongga bawah tanah alami maupun buatan.

Mengenali Tanda-tanda Awal Sinkhole

Meskipun sering terjadi tiba-tiba, ada beberapa indikasi visual yang bisa menjadi peringatan dini bagi warga sekitar:

  1. Retakan melingkar pada permukaan tanah atau aspal.

  2. Pintu atau jendela bangunan yang tiba-tiba sulit ditutup (akibat pergeseran fondasi).

  3. Genangan air yang muncul di titik-titik baru secara mendadak.

  4. Pohon atau tiang listrik yang mulai miring tanpa sebab yang jelas.

“Sinkhole di kawasan karst Indonesia adalah proses alami yang dipercepat oleh aktivitas manusia, seperti pengambilan air tanah yang tidak terkendali. Pemetaan mikrotremor sangat diperlukan sebelum membangun infrastruktur besar di daerah rawan,” ungkap pakar geologi nasional, Minggu (15/2/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/