KALIJAMBE – Istilah “Jalur Maut” memang bukan sekadar isapan jempol belaka bagi warga yang kerap melintasi kawasan Kalijambe. Bertahun-tahun lamanya, ruas jalan ini seolah menjadi arena pertaruhan nyawa bagi para pengendara. Namun, angin segar akhirnya berhembus pada Kamis (9/4/2026). Alat-alat berat dan para pekerja konstruksi dilaporkan sudah mulai memadati lokasi untuk melakukan penanganan dan perbaikan secara komprehensif.
Kondisi infrastruktur di jalur Kalijambe ini memang sudah lama menjadi keluhan utama masyarakat. Kombinasi antara aspal yang rusak parah, minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU) saat malam hari, blind spot (titik buta) di tikungan tajam, hingga perlintasan yang minim rambu peringatan, menjadikannya resep sempurna untuk sebuah kecelakaan fatal.
Catatan kelam menunjukkan bahwa jalur ini telah memakan belasan korban jiwa dalam rentang waktu yang relatif singkat. Tragedi demi tragedi yang terjadi akhirnya memicu desakan keras dari publik dan netizen agar pemerintah daerah tidak lagi tutup mata.
“Alhamdulillah akhirnya diperbaiki juga. Tapi jujur, kami sebagai warga sangat menyayangkan kenapa responsnya harus menunggu banyak nyawa melayang dulu baru ada tindakan? Harusnya infrastruktur yang menyangkut keselamatan nyawa itu jadi prioritas utama,” ungkap salah seorang warga setempat yang kerap melintasi jalur tersebut.
Kritik dari warga ini adalah tamparan keras bagi birokrasi kita. Penanganan infrastruktur rawan kecelakaan idealnya dilakukan sebagai bentuk mitigasi (pencegahan), bukan respons reaktif setelah jatuhnya korban. Ke depannya, audit keselamatan jalan raya (road safety audit) harus dilakukan secara berkala di seluruh daerah tanpa harus menunggu viral atau jatuhnya korban jiwa.
Di awal April 2026 ini, dimulainya proyek penanganan Jalur Maut Kalijambe adalah sebuah langkah maju yang patut diapresiasi, meski terasa sangat terlambat bagi keluarga korban. Masyarakat kini diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi area proyek perbaikan. Mari kita kawal terus pengerjaannya agar kualitas aspal dan rambu yang dipasang benar-benar sesuai standar keselamatan nasional!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















