salah-seorang-siswa-yang-mengalami-gejala-keracunan-mendapatkan-perawatan-1775785142500_169
Petaka Makan Bergizi Gratis! 114 Siswa SMAN di Tasikmalaya Keracunan Massal Usai Santap Jatah MBG

TASIKMALAYA – Niat hati mendapatkan asupan nutrisi yang layak agar fokus belajar, ratusan pelajar di Tasikmalaya, Jawa Barat, justru harus berakhir terbaring lemas di ranjang rumah sakit. Pada Jumat (10/4/2026), dunia pendidikan dan kesehatan daerah digemparkan oleh insiden keracunan massal berskala besar yang menimpa 114 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) setempat.

Pemicunya diduga kuat berasal dari menu santapan siang yang dibagikan melalui program unggulan pemerintah: Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasarkan keterangan saksi dan pihak sekolah, tak berselang lama setelah mengonsumsi jatah makanan tersebut, ratusan siswa secara nyaris bersamaan mengeluhkan gejala mual yang hebat, pusing, kram perut, hingga muntah-muntah.

Pihak sekolah dibantu oleh warga sekitar langsung bertindak cepat mengevakuasi para siswa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat. Instalasi Gawat Darurat (IGD) dilaporkan sempat kewalahan menangani lonjakan pasien pelajar yang membutuhkan penanganan rehidrasi (infus) darurat akibat keracunan makanan (food poisoning).

Insiden fatal di awal April 2026 ini memicu sorotan tajam dan kemarahan publik. Program MBG yang memakan anggaran negara triliunan rupiah seharusnya memiliki Standard Operating Procedure (SOP) yang sangat ketat, terutama menyangkut hygiene (kebersihan) dan keamanan pangan (food safety).

Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar terkait proses seleksi vendor atau penyedia katering (dapur umum/koperasi) yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional di wilayah Tasikmalaya. Apakah bahan baku yang digunakan sudah kedaluwarsa? Apakah proses memasaknya tidak higienis? Ataukah proses distribusinya memakan waktu terlalu lama sehingga makanan menjadi basi sebelum disantap?

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya dan aparat kepolisian kini telah mengamankan sampel makanan—mulai dari nasi, lauk pauk, hingga sayuran—untuk diuji di laboratorium. Sembari menunggu hasil lab keluar, pemerintah pusat wajib segera mengambil langkah tegas: hentikan sementara distribusi MBG dari vendor yang bersangkutan dan lakukan audit total!

Kita mendoakan agar seluruh 114 siswa SMAN Tasikmalaya yang terdampak bisa segera pulih. Kejadian ini adalah peringatan keras (wake-up call): jangan sampai program yang bertujuan mencerdaskan otak anak bangsa malah membahayakan nyawa mereka akibat kecerobohan segelintir oknum vendor!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/