6933efb117d8d
3 Bulan Menanti Kepastian! Penyintas Banjir Aceh Tamiang Tagih Janji Pemerintah: "Jangan Biarkan Kami Menunggu dalam Ketidakpastian"

ACEH TAMIANG – Waktu seolah berhenti bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang. Meski air sudah surut sejak tiga bulan lalu, sisa-sisa kehancuran masih terlihat jelas di pemukiman warga. Pada Jumat (27/2/2026), para penyintas menyuarakan kegelisahan mereka karena merasa “dilupakan” oleh proses birokrasi yang berjalan lamban.

Harapan mereka sederhana: kepastian kapan bantuan perbaikan rumah dan stimulan ekonomi akan cair agar mereka bisa kembali menata hidup secara mandiri.

Hidup di Antara Puing dan Harapan

Bagi banyak keluarga, kembali ke rumah yang rusak berat tanpa bantuan dana adalah hal yang mustahil. Banyak rumah yang fondasinya goyah atau dindingnya jebol diterjang arus bandang beberapa bulan silam.

Poin-poin kegelisahan warga Aceh Tamiang saat ini:

  • Kondisi Hunian: Sebagian warga masih menumpang di rumah kerabat atau bertahan di bangunan rumah yang tidak layak karena tidak memiliki biaya untuk renovasi mandiri.

  • Lumpuhnya Ekonomi: Sawah yang puso dan ternak yang hanyut membuat warga kehilangan sumber pendapatan utama, sehingga mereka sangat bergantung pada bantuan modal usaha dari pemerintah.

  • Masalah Kesehatan: Lingkungan yang belum sepenuhnya bersih dan akses air bersih yang terbatas memicu berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak dan lansia.

  • Ketidakpastian Data: Warga mempertanyakan kejelasan data penerima bantuan yang hingga kini belum membuahkan hasil nyata di lapangan.

Validasi Data yang Rumit Salah satu ganjalan utama diduga terletak pada proses validasi data kerusakan rumah yang memerlukan koordinasi lintas lembaga. Proses administratif ini seringkali memakan waktu berbulan-bulan, berbanding terbalik dengan kebutuhan mendesak warga di lapangan.

Prioritas Anggaran Daerah Publik kini menaruh perhatian pada realokasi anggaran pemerintah daerah untuk memastikan dana kebencanaan diprioritaskan untuk pemulihan fisik dan ekonomi warga yang paling terdampak.

Urgent: Infrastruktur Publik Selain rumah warga, sejumlah akses jembatan dan fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang juga dilaporkan masih dalam kondisi rusak, menghambat aktivitas harian dan pendidikan anak-anak.

“Kami Butuh Bukti, Bukan Janji Kunjungan”

Para tokoh masyarakat setempat meminta pemerintah tidak hanya datang untuk melakukan survei berulang kali tanpa ada tindak lanjut yang konkret.

“Kami sudah cukup bersabar selama tiga bulan ini. Membersihkan lumpur itu mudah, tapi membangun kembali apa yang hilang tanpa dukungan pemerintah itu sangat berat. Kami memohon, jangan biarkan kami menunggu lebih lama lagi di bawah atap yang bocor,” ungkap salah satu perwakilan warga Aceh Tamiang, Jumat (27/2/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/