699ec3f63b6a4
Nyali Berujung Intimidasi! Petugas Damkar Depok Diteror Usai Bongkar Rahasia Helm Rusak: "Saya Tak Pernah Sebut Nama"

DEPOK, JAWA BARAT – Niat tulus demi keselamatan kerja justru berbuah pahit. Seorang petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok melaporkan adanya tindakan intimidasi dan teror yang dialaminya pada Senin (2/3/2026). Hal ini merupakan buntut dari unggahan konten videonya yang viral, yang memperlihatkan kondisi helm keselamatan yang sudah rapuh dan tidak layak digunakan saat bertugas memadamkan api.

Bukannya mendapatkan apresiasi atau perbaikan fasilitas, petugas tersebut justru harus menghadapi tekanan psikologis dari pihak-pihak tertentu yang merasa “terserang” oleh konten tersebut.

Pembelaan Diri: Kritik demi Keselamatan, Bukan Menyerang Individu

Dalam klarifikasinya, petugas tersebut menegaskan bahwa konten yang dibuatnya murni untuk menunjukkan realitas di lapangan yang mengancam keselamatan nyawa petugas.

Berikut adalah poin-poin utama dari pembelaannya:

  • Fokus pada Alat, Bukan Orang: Petugas tersebut menyatakan dengan tegas bahwa dalam videonya ia tidak pernah menyebutkan nama individu atau menjatuhkan pimpinan secara personal.

  • Standar Keselamatan (K3): Helm adalah pelindung kepala paling vital. Jika helm sudah tidak mampu menahan benturan atau panas, nyawa petugas menjadi taruhannya.

  • Transparansi Publik: Ia merasa masyarakat perlu tahu kondisi sebenarnya agar ada perbaikan sistemik dalam pengadaan sarana dan prasarana Damkar di tahun 2026.

Bentuk “Teror” yang Dialami (Update 2 Maret 2026)

Intimidasi Verbal dan Digital Petugas tersebut mengaku mendapatkan pesan-pesan bernada ancaman serta pemanggilan-pemanggilan “pembinaan” yang justru lebih terasa seperti interogasi untuk mencari kesalahan prosedural dalam pembuatan konten.

Dukungan Netizen dan Aktivis Kabar mengenai teror ini justru memicu dukungan yang lebih besar dari publik. Banyak pihak menyayangkan jika instansi pemerintah masih alergi terhadap kritik internal yang konstruktif, apalagi menyangkut nyawa manusia.

Desakan Audit Fasilitas Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) mulai mendesak adanya audit menyeluruh terhadap pengadaan alat pelindung diri (APD) Damkar Depok tahun anggaran 2025-2026 untuk memastikan anggaran terserap dengan benar.

“Padamkan Api, Jangan Padamkan Kritik”

Kasus ini menjadi cermin bagi birokrasi di Indonesia mengenai bagaimana mereka merespons masukan dari bawah.

“Saya hanya ingin bekerja dengan aman. Helm yang saya pakai itu sudah rusak, kalau saya tertimpa reruntuhan, siapa yang tanggung jawab? Saya tidak sebut nama siapa pun, saya hanya bicara soal alat. Tapi kenapa sekarang saya yang diteror?” ungkap petugas Damkar tersebut dengan nada kecewa, Senin (2/3/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/