Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara enam mahasiswa Fakultas Vokasi yang diduga terlibat dalam kasus pelecehan seksual melalui grup WhatsApp. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari proses pemeriksaan internal sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan akademik selama penyelidikan berlangsung.
Kasus ini mencuat setelah muncul laporan mengenai percakapan dalam grup WhatsApp yang diduga memuat konten pelecehan terhadap sejumlah mahasiswi dan dosen. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tidak hanya menjadi sasaran komentar bernada seksual, tetapi juga mengalami objektifikasi dalam percakapan yang dilakukan oleh para terduga pelaku. Dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan konten tidak pantas terhadap korban juga tengah didalami.
Pihak kampus menegaskan bahwa penonaktifan sementara bukan merupakan keputusan akhir, melainkan langkah administratif agar proses investigasi berjalan secara objektif. Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKS) bersama pihak universitas masih mengumpulkan keterangan dari seluruh pihak terkait sebelum menentukan sanksi akhir.
Unesa juga menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan kepada para korban serta memastikan setiap laporan ditangani sesuai prosedur. Kampus menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan pendidikan dan akan menjatuhkan sanksi sesuai hasil pemeriksaan yang berlaku.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























