JAKARTA – Fenomena Sandwich Generation di Indonesia telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Sun Life yang dirilis pada Minggu (15/2/2026), ditemukan fakta mengejutkan bahwa sebanyak 90 persen pekerja di Indonesia terjebak dalam kondisi harus menanggung beban finansial dua generasi sekaligus: orang tua (generasi atas) dan anak-anak (generasi bawah).
Angka yang sangat tinggi ini menunjukkan bahwa mayoritas usia produktif di Indonesia saat ini memiliki keterbatasan ruang gerak finansial untuk tabungan pribadi maupun investasi masa depan.
Terhimpit Beban Ganda: Realitas Finansial 2026
Survei tersebut menyoroti bahwa ketergantungan finansial ini tidak hanya mencakup kebutuhan pokok, tetapi juga biaya kesehatan orang tua yang semakin mahal serta biaya pendidikan anak yang terus melonjak. Banyak pekerja merasa sulit untuk mencapai financial freedom karena arus kas mereka habis untuk menopang ekosistem keluarga besar.
Beberapa poin krusial dari temuan Sun Life meliputi:
-
Kurangnya Dana Pensiun: Banyak orang tua dari pekerja saat ini tidak memiliki dana pensiun yang memadai, sehingga anak menjadi satu-satunya jaring pengaman ekonomi.
-
Prioritas yang Bergeser: Pekerja cenderung menunda pembelian aset (seperti rumah) atau asuransi pribadi demi mencukupi kebutuhan harian orang tua dan anak.
-
Dampak Psikologis: Selain beban materi, generasi ini rentan mengalami kelelahan mental (burnout) akibat tekanan untuk selalu menjadi penopang utama.
“Memutus Rantai untuk Generasi Mendatang”
Pihak Sun Life menekankan pentingnya mulai membangun kemandirian finansial sejak dini melalui instrumen investasi dan asuransi. Jika generasi saat ini tidak mulai menyiapkan dana pensiun mereka sendiri, maka siklus sandwich generation ini akan terus berlanjut ke anak-anak mereka nantinya.
“Angka 90 persen ini adalah wake-up call. Kita perlu mengubah pola pikir dari ‘anak sebagai dana pensiun’ menjadi ‘perencanaan keuangan mandiri’. Memutus rantai generasi sandwich memerlukan kedisiplinan dalam mengelola aset dan proteksi hari tua,” ungkap perwakilan Sun Life, Minggu (15/2/2026).
Masyarakat diimbau untuk mulai melakukan audit keuangan pribadi dan mencari solusi perlindungan yang tepat agar beban di masa depan tidak kembali ditimpukan kepada generasi berikutnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























