menteri_pertanian_mentan_andi_amran_sulaiman
Mentan Amran Sebut Ada Mafia di Balik Kelangkaan Beras Premium di Pasaran

Jakarta – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut dugaan keterlibatan mafia dalam persoalan kelangkaan beras premium di sejumlah toko ritel modern.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat menanggapi kosongnya stok beras premium di sejumlah jaringan ritel. Menurut dia, kondisi tersebut tidak sejalan dengan ketersediaan beras secara nasional yang disebut masih mencukupi. Amran juga mengaitkan persoalan di ritel dengan penanganan beras fortifikasi yang sebelumnya ditemukan tidak memenuhi ketentuan.

Amran mengatakan pemerintah telah meminta Perum Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel. Sebelumnya, sekitar 110 ribu ton beras premium telah disalurkan ke ritel modern. Pemerintah juga menyiapkan tambahan pasokan hingga 300 ribu ton apabila diperlukan untuk mengisi kembali stok di pasaran.

Di sisi lain, Amran menyebut cadangan beras pemerintah berada di kisaran hampir 5 juta ton. Ia menilai masyarakat masih dapat memperoleh beras dengan harga yang lebih terjangkau melalui pasar tradisional.

Pemerintah sebelumnya juga menindak 25 merek beras fortifikasi yang dinilai tidak memenuhi standar kandungan dan mutu. Produk-produk tersebut diperintahkan ditarik dari peredaran dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait dugaan mafia beras, pernyataan Amran tersebut merupakan klaim pejabat pemerintah dan proses penelusuran terhadap dugaan pelanggaran masih berjalan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/