Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Ibu Kota menjadi pusat atau hub ekonomi kreatif dunia. Upaya tersebut didukung potensi industri kreatif Jakarta yang menyumbang sekitar Rp410 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
Pramono menyampaikan hal itu saat menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026). Menurutnya, kegiatan kreatif berskala besar dapat menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat daya tarik Jakarta di mata dunia.
Sejumlah acara, mulai dari konser musik hingga festival dan pameran, turut mendorong aktivitas berbagai sektor usaha. Dampaknya tidak hanya dirasakan industri hiburan, tetapi juga perhotelan, restoran, transportasi, pariwisata, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pramono mencontohkan Jakarta Fair 2026 yang mencatat transaksi sekitar Rp8,2 triliun dengan jumlah pengunjung mencapai 6,1 juta orang. Sementara itu, ajang Jakarta Great Sale membukukan transaksi sekitar Rp26,8 triliun.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperkuat penyelenggaraan acara bertaraf internasional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Pengembangan ekosistem kreatif juga diharapkan membuka lapangan kerja dan memperluas peluang usaha bagi pelaku industri lokal.
Melalui langkah tersebut, Jakarta diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai kota global sekaligus pusat kreativitas yang mampu menarik kolaborasi dan aktivitas ekonomi dari berbagai negara.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























