kepala-bgn-dadan-hindayana-rusman-biro-pers-sekretariat-presiden-1755013608259_169
Bukan Kaleng-Kaleng! Kepala BGN Buka Suara Soal Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik SPPG dari Anggaran 2025

JAKARTA – Rasa penasaran publik mengenai wujud dan fungsi deretan sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya terjawab tuntas. Pada Selasa (7/4/2026), Kepala BGN memberikan keterangan resmi yang tak kalah mengejutkan terkait detail pengadaan kendaraan dinas tersebut. Rupanya, pemerintah tidak tanggung-tanggung dalam membekali para ujung tombaknya di lapangan.

Kendaraan operasional yang diperuntukkan bagi para Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) tersebut dipastikan adalah kendaraan roda dua berbasis baterai alias motor listrik. Jumlahnya pun sangat fantastis, mencapai puluhan ribu unit yang tersebar untuk seluruh wilayah di Tanah Air, dan telah diakomodasi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025.

Kepala BGN menjelaskan bahwa pemilihan motor listrik ini bukan sekadar gaya-gayaan atau ikut tren semata. Keputusan ini merupakan bentuk sinergi antar-kementerian untuk mendukung dua program prioritas nasional secara bersamaan: menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pelosok daerah, sekaligus mengakselerasi transisi energi hijau menuju Net Zero Emission (Nol Emisi Karbon).

“Mobilitas Kepala SPPG itu sangat tinggi. Setiap hari mereka harus keluar masuk gang, blusukan ke sekolah-sekolah, hingga mengecek langsung ke dapur-dapur umum. Dengan menggunakan motor listrik, biaya operasional BBM bisa dipangkas drastis, dan yang pasti jauh lebih ramah lingkungan,” jelas Kepala BGN dalam keterangannya.

Tentu saja, pengungkapan fakta mengenai pengadaan puluhan ribu unit motor listrik ini langsung memantik ragam reaksi publik. Di satu sisi, langkah mendukung ekosistem kendaraan listrik lokal (EV) ini patut diacungi jempol. Namun di sisi lain, besarnya anggaran negara yang terserap menuntut akuntabilitas dan Output (hasil nyata) yang sepadan.

Publik menaruh ekspektasi besar. Dengan fasilitas mobilitas tingkat dewa yang telah diberikan oleh negara, masyarakat berharap pengawasan kualitas pangan untuk anak-anak sekolah menjadi jauh lebih ketat. Kasus-kasus kelalaian seperti keracunan massal yang sempat terjadi akibat kelemahan Quality Control (QC) vendor tidak boleh lagi terulang.

Fasilitas sudah “menyala”, anggarannya pun nyata. Kini saatnya puluhan ribu Kepala SPPG membuktikan kinerja mereka di lapangan untuk menjaga gizi tunas bangsa!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/