JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan taringnya dalam mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran nasional hingga ke kancah global. Kabar gembira bagi para pelancong, Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan pelaku UMKM, karena sebentar lagi penggunaan QRIS antarnegara bakal diperluas ke India, Hongkong, dan Timur Leste.
Langkah strategis ini dinilai akan merombak total pengalaman bertransaksi lintas negara, menjadikannya jauh lebih praktis, murah, dan instan, tanpa perlu lagi bergantung pada dolar AS atau repot mengantre di money changer.
Melanjutkan Kesuksesan di ASEAN
Ekspansi layanan QR Code Indonesian Standard (QRIS) ke tiga negara/wilayah baru ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan program cross-border payment yang sebelumnya telah terintegrasi dan berjalan mulus dengan Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Dengan sistem ini, mata uang akan dikonversi secara otomatis dan seketika ( real-time) dengan nilai tukar yang sangat kompetitif. Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkunjung ke negara-negara tersebut cukup membuka aplikasi mobile banking atau dompet digital (e-wallet) mereka dan langsung memindai kode QR yang tersedia di merchant lokal.
Tiga Alasan Pemilihan Negara Target Ekspansi
Gebrakan Bank Indonesia untuk membidik kawasan di luar ASEAN tentu bukan tanpa alasan. Ada perhitungan makroekonomi dan sosial yang matang di balik rencana ekspansi ini:
-
India (Integrasi dengan UPI): India memiliki sistem pembayaran digital tersukses di dunia yakni Unified Payments Interface (UPI). Konektivitas QRIS dengan UPI akan membuka keran transaksi pariwisata yang sangat besar dan memfasilitasi perdagangan bilateral antara kedua raksasa ekonomi Asia ini.
-
Hongkong: Wilayah ini tidak hanya menjadi pusat finansial Asia, tetapi juga rumah bagi ratusan ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kehadiran QRIS diharapkan dapat mempermudah dan memangkas biaya remitansi (pengiriman uang) ke kampung halaman.
-
Timor Leste: Tingginya lalu lintas pergerakan manusia dan barang di wilayah perbatasan darat antara Indonesia dan Timor Leste membuat integrasi pembayaran digital menjadi kunci utama bagi efisiensi ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Mendorong Pemasukan Devisa Pariwisata
Sisi positifnya tidak hanya berjalan satu arah. Kepastian bahwa penggunaan QRIS antarnegara bakal diperluas ke India, Hongkong, dan Timur Leste juga membawa angin surga bagi sektor pariwisata domestik.
Nantinya, turis dan pebisnis dari ketiga wilayah tersebut dapat langsung berbelanja suvenir, kuliner, maupun membayar jasa di jutaan merchant UMKM seluruh pelosok Nusantara hanya dengan menggunakan aplikasi perbankan asal negara mereka. Arus digitalisasi ini diyakini akan memperkuat posisi Rupiah dan memutar roda perekonomian lokal dengan lebih kencang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























