69cc729a5a6bb
Tangis Tertahan di Cimahi: Menanti Kepulangan Kapten Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Lebanon

CIMAHI – Langit Kota Cimahi seolah ikut meredup pada Rabu pagi (1/4/2026). Di sebuah kediaman yang biasanya hangat, kini terpasang tenda duka dan deretan kursi yang perlahan diisi oleh para pelayat. Tangis tertahan dan pelukan menguatkan menjadi pemandangan yang menyayat hati di rumah keluarga Kapten Zulmi. Ia adalah satu dari dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur akibat ledakan ranjau dan serangan saat menjalankan patroli misi perdamaian PBB (UNIFIL) di kawasan rawan konflik, Lebanon Selatan.

Bagi keluarga, kepergian Kapten Zulmi adalah sebuah pukulan yang sangat mengejutkan. Sang perwira dikenal sebagai sosok yang hangat, penyayang, dan memiliki dedikasi absolut terhadap seragam loreng yang dikenakannya. Tidak ada firasat buruk yang menyertai kepergiannya saat terakhir kali berpamitan untuk bertugas ke Timur Tengah. Kini, harapan keluarga untuk merayakan momen berkumpul bersama saat purnatugas nanti harus digantikan dengan penantian memilukan menyambut kedatangan peti jenazah yang berselimut bendera Merah Putih.

Di tengah rasa kehilangan yang begitu dalam, terselip rasa bangga yang luar biasa dari pihak keluarga dan kerabat. Kapten Zulmi tidak pulang sebagai pecundang, melainkan gugur sebagai syuhada dan pahlawan bangsa. Ia mengorbankan jiwa dan raganya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi menjalankan amanat agung konstitusi Indonesia: ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.

Saat ini, pihak keluarga beserta jajaran Komando Kewilayahan setempat tengah mempersiapkan segala keperluan untuk prosesi penyambutan dan pemakaman. Mabes TNI bersama Kementerian Luar Negeri sedang bekerja keras mempercepat proses repatriasi (pemulangan jenazah) dari Lebanon menuju Tanah Air. Rencananya, setiba di Indonesia, almarhum akan disemayamkan dan dimakamkan dengan upacara kebesaran militer sebagai bentuk penghormatan terakhir dari negara atas jasa-jasanya yang tak ternilai.

Kabar duka dari Cimahi di awal bulan April 2026 ini menjadi pengingat bagi kita semua. Di balik berita-berita ketegangan geopolitik global, ada nyawa, keluarga, dan air mata dari putra-putri terbaik bangsa yang dipertaruhkan. Kepergian Kapten Zulmi mengukir duka yang mendalam bagi warga Jawa Barat, sekaligus mewariskan teladan tentang arti sebenarnya dari pengabdian tanpa batas.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/