69fd5c69cccca
Gunung Dukono Meletus Tiba-Tiba, 3 Pendaki Tewas Terjebak dan Evakuasi Terhambat Erupsi

HALMAHERA UTARA – Kabar duka menyelimuti dunia pendakian Indonesia. Gunung Dukono yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan meletus hebat. Insiden nahas ini memakan korban jiwa, di mana tiga orang pendaki dikonfirmasi tewas di kawasan gunung akibat terjebak letusan.

Peristiwa gunung meletus ini terjadi secara mendadak, membuat rombongan pendaki tidak memiliki cukup waktu untuk turun menjauhi radius berbahaya dari pusat kawah.

Tragedi di Tengah Ancaman Abu Vulkanik

Berdasarkan laporan awal, letusan memuntahkan kolom abu vulkanik yang tebal disertai material berbahaya lainnya. Para korban diduga kuat tidak sempat menyelamatkan diri saat aktivitas vulkanik tiba-tiba meningkat drastis.

Hingga berita ini diturunkan, identitas ketiga pendaki tewas masih dalam tahap pendataan oleh pihak berwenang. Kejadian ini menjadi pukulan telak, mengingat status aktivitas vulkanik di kawasan tersebut sejatinya selalu dipantau ketat.

Evakuasi Terhambat Erupsi Susulan

Proses penyelamatan dan evakuasi jenazah kini menjadi tantangan berat bagi Tim SAR Gabungan. Rencana untuk segera membawa turun ketiga korban harus tertunda karena evakuasi terhambat erupsi yang masih terus berlangsung.

Tim penyelamat tidak bisa memaksakan diri untuk menembus zona titik korban berada. Tingginya intensitas lontaran abu vulkanik, potensi gas beracun, serta minimnya jarak pandang membuat medan evakuasi sangat berisiko bagi keselamatan personel SAR.

“Kondisi di lapangan saat ini sangat fluktuatif. Hujan abu dan aktivitas letusan susulan masih terjadi, sehingga kami harus menunggu jeda yang aman untuk melakukan penjemputan,” terang perwakilan tim penyelamat di lapangan.

Peringatan Keras Patuhi Zona Bahaya

Terkait insiden ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan pentingnya mematuhi rekomendasi zona bahaya. Gunung Dukono memang dikenal sebagai salah satu gunung api yang sangat aktif dengan letusan abu yang bisa terjadi kapan saja.

Masyarakat lokal maupun wisatawan serta pendaki dilarang keras untuk mendekati atau beraktivitas di dalam radius kawah aktif yang telah ditetapkan.

Sementara itu, warga yang bermukim di sekitar lereng dan wilayah terdampak abu vulkanik diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, serta selalu mengenakan masker dan kacamata pelindung guna mencegah gangguan pernapasan (ISPA).

Tim SAR terus bersiaga di posko terdekat dan akan langsung bergerak begitu aktivitas erupsi Gunung Dukono menunjukkan tanda-tanda mereda.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/