69fed907e617f
Eksklusif! Ini Penampakan Penggerebekan Markas Judol di Hayam Wuruk Jakbar, Puluhan Pekerja Tertunduk Lesu

JAKARTA BARAT – Operasi sapu bersih kepolisian terhadap sindikat kejahatan siber kembali membuahkan hasil gemilang. Sebuah gedung perkantoran di kawasan niaga Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang diam-diam disulap menjadi markas judol (judi online) berskala internasional, akhirnya berhasil digerebek oleh aparat kepolisian.

Dari foto-foto dan video penampakan di lokasi penggerebekan, terlihat jelas betapa rapinya sindikat ini mengemas bisnis ilegal mereka agar menyerupai perusahaan teknologi yang sah.

Kondisi Ruangan Bak Perusahaan IT Profesional

Berdasarkan penampakan penggerebekan markas judol tersebut, suasana di dalam ruangan sama sekali tidak terlihat seperti sarang kejahatan konvensional. Ruangan dikonsep sangat modern, lengkap dengan deretan meja kerja bersyekat ( cubicle) yang memanjang.

Di setiap meja, terpasang perangkat Personal Computer (PC) berspesifikasi tinggi dengan layar monitor ganda (dual monitor). Ribuan kabel jaringan LAN dan router internet berkecepatan tinggi tampak menjuntai di sudut-sudut ruangan, membuktikan tingginya intensitas lalu lintas data yang digunakan untuk mengoperasikan situs judi dan memanipulasi algoritma permainan.

“Kalau dilihat sekilas dari luar atau sekadar masuk ke lobi, orang pasti mengira ini adalah kantor agensi periklanan atau perusahaan IT biasa. Mereka menggunakan kedok startup untuk mengelabui warga dan pihak pengelola gedung,” ujar petugas di lokasi kejadian.

Puluhan Operator Tertunduk Diamankan

Dalam potret penggerebekan yang beredar, tampak pula puluhan pekerja yang bertindak sebagai operator, customer service, dan telemarketing tertunduk lesu saat pihak kepolisian merangsek masuk. Mereka dipaksa menghentikan seluruh aktivitas di depan layar dan dikumpulkan di area tengah ruangan.

Puluhan orang yang mayoritas masih berusia produktif ini diketahui bertugas membalas pesan dari para pemain (member), memproses deposit uang, hingga gencar menyebarkan tautan ( link) promosi situs judi online melalui SMS dan WhatsApp blast.

Barang Bukti Berserakan di Meja Kerja

Pemandangan lain yang tak kalah mengejutkan adalah banyaknya barang bukti yang berserakan di atas meja kerja para tersangka. Selain ratusan unit CPU dan monitor, polisi juga menyita:

  1. Tumpukan smartphone dari berbagai merek yang dipakai khusus untuk operasional akun bodong.

  2. Ribuan SIM Card prabayar yang belum diregistrasi, diduga digunakan untuk membuat akun WhatsApp promosi (spamming).

  3. Papan tulis ( whiteboard) yang berisi coretan target omzet harian dan pembagian shift kerja para operator.

Seluruh barang bukti tersebut kini telah dipasang garis polisi (police line) dan secara bertahap diangkut ke Mapolres Jakarta Barat untuk proses forensik digital. Polisi memastikan akan mengusut tuntas aliran dana dari markas judol di Hayam Wuruk ini hingga ke bandar besarnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/