TANGERANG – Keamanan sistem logistik dan kargo di pintu gerbang utama Indonesia kembali mendapat sorotan tajam. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) baru saja membongkar sindikat pembobolan barang kiriman yang melibatkan “orang dalam”. Seorang oknum petugas kargo Bandara Soetta curi tas Lululemon dalam jumlah masif, mengakibatkan korban rugi Rp 1 M (miliar).
Tindakan kriminal yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini tidak hanya merugikan pihak importir atau pemilik barang, tetapi juga mencoreng citra keamanan layanan kargo di bandara bertaraf internasional tersebut.
Modus Operandi “Orang Dalam”
Kasus pencurian ini berhasil terendus setelah pihak korban yang merupakan pemilik barang menyadari adanya kejanggalan pada tonase dan jumlah koli barang kirimannya yang tiba di gudang. Setelah dilakukan pengecekan silang dan penelusuran melalui rekaman CCTV bandara, kecurigaan langsung mengarah pada petugas internal yang memiliki akses langsung ke area regulated agent (gudang kargo).
Memanfaatkan posisinya, pelaku dengan leluasa membobol kemasan kargo dan memindahkan barang-barang mewah tersebut sebelum dijemput oleh perusahaan ekspedisi lanjutan.
“Pelaku adalah oknum petugas kargo yang sangat memahami celah pengawasan dan titik buta (blind spot) CCTV di area pergudangan. Modusnya membedah koli yang berisi barang branded, lalu menyamarkannya saat keluar dari area bandara,” jelas sumber internal kepolisian yang menangani kasus tersebut.
Kerugian Fantastis Mencapai Rp 1 Miliar
Barang yang menjadi target pencurian oknum tersebut bukanlah barang sembarangan. Pelaku secara spesifik mengincar produk dari merek activewear premium global. Nilai komersial dari puluhan hingga ratusan potong tas Lululemon yang raib tersebut ditaksir mencapai angka yang sangat fantastis.
Akibat ulah pencuri ini, pihak distributor resmi maupun importir selaku korban rugi Rp 1 M. Tingginya nilai kerugian ini mengindikasikan bahwa aksi pembobolan tersebut mungkin tidak dilakukan dalam satu malam saja, melainkan dilakukan secara bertahap dan terencana.
Evaluasi Total Sistem Keamanan Kargo
Buntut dari penangkapan oknum petugas kargo ini, otoritas Bandara Soekarno-Hatta dan perusahaan penyedia jasa logistik ( ground handling) dituntut untuk melakukan evaluasi keamanan secara menyeluruh.
Beberapa langkah pengetatan yang mendesak dilakukan antara lain:
-
Sterilisasi Akses Gudang: Memperketat pemeriksaan barang bawaan petugas ( body check) saat memasuki dan meninggalkan area gudang kargo tingkat satu.
-
Pembaruan Sistem Pemantauan: Menambah titik kamera CCTV beresolusi tinggi dan memaksimalkan penggunaan segel Security Evident pada setiap palet.
-
Audit Latar Belakang Karyawan: Memperketat seleksi dan pengawasan terhadap seluruh petugas kargo (porter dan operator) yang bersentuhan langsung dengan barang milik pengguna jasa.
Pelaku kini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk menelusuri ke mana barang-barang mewah tersebut dipindahtangankan atau dijual (penadah). Pelaku terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara yang maksimal.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















