6a2002397ba8a
Fakta Baru Uji Balistik! Kodam Sebut Proyektil di Tubuh Mahasiswa UNP Berbeda dengan Peluru Latihan

PADANG – Penyelidikan terkait insiden peluru nyasar yang sempat melukai seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) memasuki babak baru yang cukup mengejutkan. Setelah melakukan investigasi internal dan uji forensik bersama kepolisian, pihak Komando Daerah Militer (Kodam) setempat akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi guna meluruskan simpang siur informasi di tengah masyarakat. Melalui keterangan persnya, pihak Kodam sebut proyektil di tubuh mahasiswa UNP berbeda dengan peluru latihan yang digunakan oleh para prajurit di lapangan tembak terdekat pada waktu kejadian.

Klarifikasi ini mengindikasikan adanya kemungkinan asal peluru dari sumber lain di luar fasilitas latihan militer, yang kini memicu perluasan area penyelidikan oleh aparat berwenang.

Ketidakcocokan Kaliber dan Spesifikasi Amunisi

Bantahan keterlibatan senjata organik TNI dalam insiden tersebut tidak dilakukan secara sepihak, melainkan didasari oleh temuan ilmiah dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri. Berdasarkan pengujian awal terhadap proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban, ditemukan ketidaksesuaian mendasar, baik dari segi kaliber (ukuran diameter peluru), alur laras, maupun material selongsong logamnya.

“Pemeriksaan dilakukan secara transparan melibatkan pihak kepolisian. Hasilnya mutlak, Kodam sebut proyektil di tubuh mahasiswa UNP berbeda dengan peluru latihan inventaris TNI. Amunisi yang kami gunakan untuk latihan pada hari itu memiliki standar spesifikasi yang sangat jauh berbeda dengan barang bukti yang ditemukan bersarang pada korban,” tegas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) saat memberikan paparan detail kepada awak media di Padang.

Tiga Fokus Penyelidikan Gabungan Lanjutan

Dengan adanya temuan baru yang mementahkan dugaan awal ini, tim gabungan TNI dan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat kini mengarahkan fokus penyelidikan pada tiga aspek krusial:

  1. Pengejaran Pemilik Senjata Ilegal: Kepolisian kini memburu kemungkinan adanya warga sipil atau oknum tertentu yang menyalahgunakan senjata api rakitan, senapan angin modifikasi (PCP), atau senjata api ilegal di sekitar radius kawasan kampus UNP.

  2. Penyisiran Ulang Lintasan Tembak (Trajektori): Tim inafis akan kembali memetakan arah angin dan sudut elevasi jatuhnya peluru (trajektori) guna mengidentifikasi titik nol (origin) dari mana tembakan misterius tersebut sebenarnya dilepaskan.

  3. Pemulihan Mahasiswa Korban: Sembari proses hukum berjalan, pihak TNI dan otoritas kampus memastikan mahasiswa yang menjadi korban mendapatkan perawatan medis yang optimal di rumah sakit hingga pulih sepenuhnya dari trauma fisik dan psikologis.

Kolaborasi Penuh Demi Keamanan Warga Sipil

Pihak Kodam menegaskan komitmennya untuk tidak menutupi fakta apa pun dan akan terus bersinergi secara penuh dengan Polda Sumatera Barat hingga pelaku penembakan sebenarnya berhasil ditangkap. Di saat yang bersamaan, status penghentian sementara aktivitas di lapangan tembak TNI tetap diberlakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap proses investigasi yang masih berlangsung, sekaligus menjamin rasa aman bagi seluruh civitas akademika UNP dan warga sekitar.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/