Jakarta – Arsenal berencana memangkas sekitar 60 posisi pekerjaan di tengah kenaikan gaji manajer Mikel Arteta setelah menandatangani kontrak baru. Keputusan tersebut menjadi sorotan karena diumumkan hanya berselang sekitar satu pekan setelah pelatih asal Spanyol itu memperoleh perpanjangan kontrak hingga 2030.
Berdasarkan laporan BBC yang dikutip sejumlah media, pengurangan tenaga kerja tersebut dapat memengaruhi sekitar tujuh persen dari total 871 karyawan tetap Arsenal. Langkah ini menyasar sejumlah posisi di luar lapangan, sementara staf pelatih dan tim kinerja sepak bola putra maupun putri tidak termasuk dalam rencana pemangkasan.
Arsenal sebelumnya memperpanjang kontrak Arteta dengan peningkatan remunerasi yang dilaporkan dapat mencapai sekitar 20 juta pound sterling per tahun, termasuk komponen bonus. Nilai tersebut menjadikannya salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di Liga Inggris.
Arteta mengatakan kepadanya telah dijelaskan bahwa evaluasi organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas klub dan menempatkan sumber daya manusia pada posisi yang tepat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang tepat untuk memberikan penjelasan terperinci mengenai keputusan pemangkasan karyawan.
Rencana tersebut muncul setelah Arsenal mencatat pendapatan rekor sebesar 691 juta pound sterling pada tahun finansial 2024–2025. Meski demikian, klub masih membukukan kerugian sekitar 1,4 juta pound sterling.
Proses restrukturisasi masih berjalan, sehingga jumlah akhir posisi yang terdampak dapat berubah. Arsenal menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi operasional untuk mendukung keberlanjutan dan ambisi klub ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























