Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong (STY), meminta para pendukung Macan Kemayoran menjadikan sanksi dari Komite Disiplin PSSI sebagai bahan evaluasi. Ia berharap insiden kericuhan suporter tidak kembali terjadi dan merugikan klub maupun tim.
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah terjadi kericuhan dalam pertandingan Persija melawan Persita Tangerang pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (17/10/2026). Pertandingan itu berakhir dengan kekalahan Persija 2-3.
Akibat insiden tersebut, Persija dikenai denda dan larangan bagi suporter untuk mendampingi tim saat menjalani pertandingan tandang selama setengah musim kompetisi. Total denda yang harus dibayarkan klub mencapai Rp90 juta, termasuk hukuman atas penyalaan flare dan petasan.
Shin Tae-yong menilai tindakan suporter yang melanggar aturan dapat membawa dampak luas. Kerugian tidak hanya dirasakan oleh pihak yang terlibat dalam kericuhan, tetapi juga pemain, klub, dan pendukung lain yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.
Karena itu, ia berharap The Jakmania dapat memberikan dukungan secara positif serta menjaga perilaku ketika berada di stadion. Menurutnya, antusiasme suporter seharusnya menjadi energi tambahan bagi pemain, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
Evaluasi terhadap perilaku suporter menjadi penting agar kejadian serupa tidak terulang. Persija dan para pendukungnya diharapkan dapat mengambil pelajaran dari sanksi tersebut demi menjaga keamanan serta kelangsungan kompetisi sepak bola Indonesia.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























