ACEH – Para petani di sejumlah wilayah di Aceh kini tengah berpacu dengan waktu. Pada Senin (16/2/2026), dilaporkan bahwa ratusan hektar lahan persawahan masih dalam kondisi memprihatinkan, terendam lumpur tebal pascabencana banjir yang melanda kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Kondisi ini membuat aktivitas pertanian lumpuh total, sehingga para petani sangat berharap adanya percepatan revitalisasi dari pemerintah daerah maupun pusat agar lahan mereka bisa segera digarap kembali.
Lumpur Tebal Menjadi Penghalang Utama
Berbeda dengan banjir air biasa yang surut dalam hitungan hari, endapan lumpur yang terbawa arus sungai membawa material padat yang menutup permukaan tanah subur. Jika tidak segera dikeruk menggunakan alat berat, lumpur tersebut akan mengeras dan merusak unsur hara tanah secara permanen.
Poin-poin utama yang dikeluhkan petani:
-
Kehilangan Modal: Benih dan pupuk yang sudah disebar habis tersapu atau tertimbun.
-
Keterbatasan Alat: Petani tidak mampu membersihkan lumpur secara manual karena ketebalannya mencapai 30-50 cm.
-
Ancaman Gagal Tanam: Jika revitalisasi molor melampaui bulan Februari, jadwal tanam tahunan akan berantakan, memicu krisis ekonomi di tingkat rumah tangga petani.
“Kami Butuh Alat Berat, Bukan Sekadar Janji”
Bagi masyarakat Aceh yang mayoritas bergantung pada sektor agraris, sawah adalah urat nadi kehidupan. Percepatan revitalisasi bukan hanya soal memperbaiki lahan, tapi soal menyambung napas ekonomi ribuan keluarga.
“Kami hanya ingin sawah kami bersih lagi dari lumpur. Musim tanam sudah dekat, kalau tidak segera ditangani, kami mau makan apa tahun ini? Kami butuh aksi nyata dengan pengiriman alat berat ke desa-desa yang paling parah terdampak,” keluh salah satu tokoh tani setempat, Senin (16/2/2026).
Pemerintah diharapkan segera merespons dengan menerjunkan tim teknis untuk memetakan wilayah terdampak dan memulai proses normalisasi lahan serta irigasi secara serentak.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























