JAKARTA – Wacana pemerintah untuk mengikutsertakan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) ke dalam program pelatihan dasar kemiliteran sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad) tengah menuai pro dan kontra. Sejumlah kritik dari aktivis sipil mengkhawatirkan kebijakan ini sebagai langkah mundur menuju militerisasi birokrasi. Namun, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, memiliki pandangan berbeda. Secara tegas, Qodari tepis persepsi pelatihan Komcad ASN upaya terapkan militerisme, dan menilai program tersebut murni bertujuan untuk membentuk karakter pelayan publik yang tangguh.
Klarifikasi ini diharapkan mampu meredakan perdebatan panjang terkait batasan antara pembinaan mental kedisiplinan dengan doktrin otoritarianisme di lingkungan sipil.
Membangun Karakter dan Kedisiplinan Abdi Negara
Dalam argumentasinya, Qodari menegaskan bahwa esensi dari pelatihan Komcad bagi para pegawai negeri bukanlah untuk mengubah mereka menjadi tentara tempur aktif, melainkan membekali mereka dengan wawasan kebangsaan yang solid. Di banyak negara demokrasi modern, program bela negara bagi warga sipil adalah hal yang lumrah dilakukan guna menghadapi ancaman non-militer maupun krisis multi-sektor.
“Masyarakat tidak perlu paranoid atau alergi. Secara objektif, Qodari tepis persepsi pelatihan Komcad ASN upaya terapkan militerisme karena sasarannya adalah kedisiplinan, loyalitas pada negara, dan mentalitas pantang menyerah. Birokrasi kita butuh abdi negara yang sigap, bukan birokrat yang lembek dalam melayani rakyat,” urai Qodari saat membedah esensi dari kebijakan strategis Kementerian Pertahanan tersebut.
Tiga Nilai Strategis Komcad bagi Lingkungan Birokrasi
Alih-alih melihatnya sebagai bentuk dwifungsi gaya baru, program Komcad untuk ASN dinilai memiliki setidaknya tiga nilai strategis yang berdampak positif pada reformasi birokrasi:
-
Revolusi Mental dan Disiplin Kinerja: Pelatihan dasar kepemimpinan dan manajemen waktu ala militer diyakini efektif untuk memangkas budaya kerja birokrasi yang lamban, menciptakan aparatur yang lebih cekatan, responsif, dan terorganisasi.
-
Kesiapsiagaan Masa Krisis (Mitigasi Bencana): Sebagai negara yang rawan bencana alam, kehadiran ASN yang terlatih secara fisik dan mental akan sangat krusial. Mereka dapat langsung diinstruksikan menjadi tenaga logistik darurat atau tim evakuasi lintas kementerian saat bencana melanda.
-
Pengejawantahan Hak dan Kewajiban Konstitusional: Keikutsertaan ASN dalam Komcad adalah wujud nyata dari pelaksanaan amanat UUD 1945, di mana setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
Sinergi Sipil-Militer dalam Demokrasi
Ke depan, pemerintah dituntut untuk terus mengedukasi publik agar implementasi program Komcad bagi ASN tidak menimbulkan prasangka negatif. Kurikulum pelatihan juga dipastikan akan disesuaikan secara proporsional agar tidak mengganggu tugas pokok pelayanan publik yang dijalankan oleh kementerian dan lembaga negara. Pembinaan ini sejatinya adalah instrumen penguat sinergi sipil dan militer dalam kerangka pertahanan semesta yang tetap menjunjung tinggi supremasi sipil dalam negara demokrasi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















