Jakarta – Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina mengungkap seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Taufiq Muhammad yang dilaporkan tewas saat bertempur bersama pasukan Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina. Pria berusia 48 tahun tersebut sebelumnya diketahui pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta.
Berdasarkan laporan intelijen Ukraina, Taufiq lahir di Sorong pada 22 Mei 1978 dan sempat menetap di Surabaya sebelum berangkat ke Rusia. Ia juga pernah bekerja sebagai manajer perusahaan pertanian serta memiliki pengalaman kerja di Amerika Serikat.
Taufiq disebut direkrut melalui riwayat hidup atau CV yang dikirimkannya ketika mencari pekerjaan. Ia kemudian berangkat ke Moskow setelah diduga tertarik dengan tawaran mendapatkan penghasilan besar. Pada 19 April 2026, Taufiq menandatangani kontrak dinas militer selama satu tahun di Korolyov, dekat Moskow.
Setelah bergabung, ia ditugaskan sebagai penembak senapan mesin dan menjalani pelatihan militer di dekat Voronezh selama sekitar satu setengah minggu. Pada awal Mei 2026, ia kemudian dikirim ke wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.
Menurut intelijen Ukraina, Taufiq tewas dalam pertempuran pertamanya ketika pasukan Rusia berupaya bergerak dari Zelena Dolyna menuju Novoselivka dan Drobysheve di wilayah Donetsk. Kasus ini kembali menyoroti risiko perekrutan warga asing melalui tawaran pekerjaan untuk terlibat dalam perang Rusia-Ukraina.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















