Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah akan menyeleksi tawaran bantuan dari luar negeri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bantuan yang diterima sesuai dengan kebutuhan penanganan kebakaran di lapangan.
Jumhur menjelaskan, pemerintah perlu menilai jenis bantuan yang ditawarkan, termasuk manfaatnya dalam mempercepat proses pemadaman. Menurutnya, bantuan harus memberikan dampak nyata, mengingat Indonesia telah mengerahkan puluhan ribu personel untuk menangani kebakaran di sejumlah wilayah.
Ia mencontohkan, tawaran bantuan berupa personel dalam jumlah terbatas perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan operasional. Begitu pula dengan bantuan peralatan pemadam, termasuk pesawat untuk operasi pengeboman air atau water bombing, yang harus disesuaikan dengan kondisi di lokasi kebakaran.
Sebelumnya, Malaysia telah menyampaikan tawaran bantuan untuk membantu Indonesia mengatasi karhutla. Pemerintah juga masih membahas kemungkinan kerja sama dengan negara lain dalam upaya penanganan kebakaran.
Saat ini, pemadaman difokuskan pada sejumlah wilayah terdampak, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Operasi udara menghadapi kendala akibat kabut asap tebal yang mengurangi jarak pandang, sehingga petugas lebih mengandalkan penanganan melalui jalur darat di beberapa lokasi.
Pemerintah berharap proses seleksi bantuan dapat memastikan setiap dukungan internasional benar-benar efektif dan sesuai kebutuhan. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan pengerahan personel serta peralatan nasional untuk menekan penyebaran api.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























