lokasi-penemuan-dua-mayat-pria-di-atap-masjid-di-brebes-kamis-2632026-1774522335244_169
Tragedi Miftahul Jannah: Terkuak! Sengatan Listrik Jadi Penyebab Tewasnya Iwan dan Bambang di Atap Masjid

JAWA BARAT – Suasana duka masih menyelimuti kawasan sekitar Masjid Miftahul Jannah. Pada Senin pagi (30/3/2026), aparat kepolisian dari Polsek setempat bersama tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) secara resmi merilis hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait tewasnya dua orang pekerja teknis, Iwan dan Bambang. Penemuan jasad keduanya di atas genting masjid sempat membuat geger warga yang tengah bersiap melakukan aktivitas ibadah.

Berdasarkan keterangan resmi pihak kepolisian, kematian Iwan dan Bambang dipastikan akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi (electrocution). Petaka ini bermula ketika kedua korban tengah menjalankan tugas untuk memperbaiki instalasi pengeras suara (toa) dan mengecek kebocoran di area atap masjid. Tanpa disadari, terdapat kabel utama yang terkelupas dan menempel pada rangka baja ringan penyangga atap. Kondisi diperparah oleh sisa-sisa air hujan semalam yang membuat permukaan atap menjadi konduktor listrik yang sangat mematikan.

Nahas, saat salah satu dari mereka menyentuh area yang teraliri arus listrik, tubuhnya langsung terpental dan mengalami kejang. Korban kedua yang berniat memberikan pertolongan justru ikut tersengat karena tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, seperti sarung tangan karet atau sepatu safety isolator. Keduanya akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Polisi menegaskan bahwa dari hasil visum di rumah sakit daerah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau unsur kesengajaan dari pihak luar.

Proses evakuasi kedua jenazah dari atap yang cukup tinggi tersebut berlangsung dramatis dan memakan waktu. Tim pemadam kebakaran dan SAR gabungan harus menggunakan tali dan tandu khusus untuk menurunkan jasad korban dengan sangat hati-hati, mengingat aliran listrik di area tersebut harus diputus total terlebih dahulu oleh pihak PLN demi mencegah jatuhnya korban susulan. Warga sekitar yang menyaksikan proses evakuasi tak kuasa menahan isak tangis, mengenang sosok Iwan dan Bambang yang selama ini dikenal ringan tangan dalam membantu urusan warga.

Peristiwa tragis di penghujung bulan Maret 2026 ini menjadi tamparan keras sekaligus pelajaran berharga bagi pengurus tempat ibadah maupun masyarakat luas mengenai pentingnya standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Niat baik untuk bergotong royong atau bekerja memperbaiki fasilitas umum harus selalu dibarengi dengan prosedur keamanan yang ketat, terutama jika berurusan dengan instalasi kelistrikan di area terbuka. Kini, pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah Iwan dan Bambang kepada pihak keluarga untuk dimakamkan secara layak, menutup lembaran kelam di atap Masjid Miftahul Jannah dengan sebuah doa pengampunan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/