JAKARTA – Niat hati ingin menyelamatkan APBN dari jebolnya subsidi BBM, eh malah muncul celah baru yang bikin dahi berkerut. Pada Rabu (1/4/2026), sorotan tajam mengarah pada implementasi kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang rencananya akan dipukul rata setiap hari Jumat. Alih-alih merayakan penghematan energi, sejumlah pengamat kebijakan publik dan anggota dewan justru ramai-ramai mendesak agar aturan ini segera dievaluasi ulang.
Apa pasal? Kekhawatiran utamanya sangat sederhana dan relatable: hari Jumat yang disambung dengan libur Sabtu dan Minggu sangat rawan dimanfaatkan sebagai “cuti bersama” dadakan alias long weekend.
Banyak pihak yang skeptis bahwa pengawasan produktivitas ASN dari rumah pada hari kejepit seperti Jumat bisa berjalan maksimal. Ada ketakutan bahwa jam kerja WFH malah dihabiskan untuk packing liburan atau staycation ke luar kota. Jika ini terjadi, tujuan utama WFH untuk mengurangi mobilitas kendaraan dan menghemat bensin justru menjadi bumerang, karena orang-orang malah touring atau jalan-jalan memakai kendaraan pribadi.
Selain urusan bensin, isu yang paling disorot adalah kualitas pelayanan publik. Masyarakat khawatir birokrasi, pengurusan dokumen, hingga pelayanan di instansi pemerintahan tingkat daerah akan melambat drastis setiap menjelang akhir pekan. “Kalau hari Jumat kantor pemerintahan sudah sepi dan yang piket cuma sedikit karena alasan WFH, lalu masyarakat yang butuh pelayanan mendesak harus bagaimana?” ujar salah satu anggota dewan yang menyuarakan evaluasi ini.
Solusi yang kini sedang digodok adalah penerapan sistem pengawasan digital yang lebih ketat. Mulai dari live location, video call mendadak, hingga target laporan harian (KPI) yang harus disetor sebelum jam kerja WFH hari Jumat berakhir. Ada juga usulan agar WFH tidak dipatok mutlak di hari Jumat, melainkan dirotasi secara bergilir di hari-hari lain seperti Selasa atau Rabu untuk memecah euforia long weekend.
Memasuki bulan April 2026 ini, pemerintah pusat punya PR besar untuk membuktikan bahwa ASN bisa tetap profesional meski bekerja dari ruang tamu rumahnya. Jika WFH Jumat ini terbukti menurunkan kualitas layanan negara, jangan kaget kalau kebijakan yang baru seumur jagung ini bakal langsung dicabut atau direvisi besar-besaran.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























