SIKKA, NTT – Teka-teki penemuan jasad seorang siswa SMP di aliran Sungai Sikka yang sempat menggegerkan warga pada beberapa hari lalu akhirnya menemui titik terang. Pada Sabtu (28/2/2026), pihak kepolisian mengonfirmasi hasil autopsi dan olah TKP terbaru yang menunjukkan bahwa korban tidak tewas karena tenggelam secara tidak sengaja, melainkan merupakan korban pembunuhan.
Kabar ini sontak mengubah suasana duka di rumah korban menjadi histeris. Keluarga yang awalnya berusaha mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah, kini menuntut agar pelaku segera ditangkap dan dihukum mati.
Kejanggalan yang Membuka Tabir Kejahatan
Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Sikka berhasil menemukan sejumlah kejanggalan pada fisik korban serta kondisi di sekitar lokasi penemuan jasad.
Berikut adalah beberapa poin krusial yang mengubah status kasus ini menjadi pembunuhan:
-
Bekas Kekerasan Fisik: Hasil autopsi menemukan adanya luka akibat benda tumpul/tajam (sesuai detail laporan) pada bagian tubuh tertentu yang tidak mungkin timbul akibat benturan arus sungai.
-
Kondisi TKP: Ditemukan jejak-jejak aktivitas mencurigakan di sekitar pinggir sungai yang mengindikasikan adanya upaya pembuangan jasad untuk menghilangkan jejak.
-
Keterangan Saksi: Polisi telah memeriksa sejumlah saksi kunci, termasuk teman sebaya dan orang terakhir yang terlihat bersama korban sebelum dilaporkan hilang.
-
Barang Bukti: Beberapa barang milik korban ditemukan tidak jauh dari lokasi, namun dalam kondisi yang menunjukkan adanya unsur paksaan atau perlawanan.
Update Penyelidikan Kepolisian (28 Februari 2026)
Pengejaran Terduga Pelaku Polres Sikka dikabarkan telah mengantongi identitas terduga pelaku. Saat ini, tim gabungan tengah melakukan pengejaran intensif ke beberapa titik yang diduga menjadi tempat persembunyian.
Motif Masih Didalami Meskipun identitas mulai terkuak, motif di balik tindakan keji terhadap anak di bawah umur ini masih menjadi tanda tanya besar. Polisi masih mendalami apakah ada unsur dendam, perundungan (bullying), atau motif lainnya.
Imbauan bagi Warga Pihak kepolisian meminta warga Sikka untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri jika menemukan informasi mengenai keberadaan pelaku. Masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat.
“Nyawa Anak Kami Bukan untuk Dibuang di Sungai”
Warga Sikka mendesak agar kasus ini dikawal ketat, terutama karena menyangkut keselamatan anak-anak di lingkungan sekolah dan bermain.
“Kami sangat terpukul. Kami kira dia hanya terpeleset, tapi ternyata ada orang jahat yang tega melakukan ini. Kami mohon kepada Bapak Polisi, tangkap pelakunya. Anak kami punya masa depan yang panjang, dan sekarang semua itu hilang di sungai,” ungkap salah satu kerabat korban, Sabtu (28/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















