Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin membantah tuduhan bahwa negaranya berada di balik gelombang demonstrasi yang melanda sejumlah negara Eropa. Ia menilai anggapan tersebut berlebihan dan menyebut para pemimpin Eropa seharusnya mengevaluasi kebijakan dalam negeri untuk memahami penyebab gejolak sosial.
Dalam wawancara dengan jurnalis Rusia Pavel Zarubin yang dipublikasikan pada Minggu (25/10/2026), Putin mengaku terkejut karena Rusia kembali dituding sebagai pihak yang memicu aksi massa. Menurut dia, sejumlah pemimpin Eropa justru mengalihkan tanggung jawab kepada pihak luar, alih-alih mencari akar persoalan yang memicu ketidakpuasan masyarakat.
Putin mengaitkan demonstrasi tersebut dengan berbagai persoalan kebijakan, termasuk kondisi ekonomi dan keuangan. Ia juga menyatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Rusia akan menanggapi tuduhan dari negara-negara Barat secara hati-hati.
Gelombang protes dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan meluas dari Prancis ke sejumlah negara lain, termasuk Italia, Albania, Belgia, dan Spanyol. Berbagai aksi tersebut dipicu oleh persoalan yang berbeda-beda, mulai dari kenaikan biaya hidup hingga tuntutan perubahan politik.
Sementara itu, sejumlah pejabat Eropa telah menyoroti kemungkinan adanya pengaruh eksternal terhadap dinamika demonstrasi. Namun, tuduhan mengenai keterlibatan Rusia dalam mengorganisasi aksi-aksi tersebut belum dapat dianggap terbukti hanya berdasarkan pernyataan yang saling bertentangan.
Pernyataan Putin menambah ketegangan hubungan Moskow dengan negara-negara Barat di tengah meningkatnya gejolak sosial di kawasan Eropa.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















