241119-netanyahu-mb-0955-5b04c9
Netanyahu Tuduh Iran Berupaya Ganggu Pemilu Israel, Ancam Balasan Militer

Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran dan kelompok-kelompok sekutunya berpotensi melancarkan serangan untuk mengganggu pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Ia memperingatkan Teheran agar tidak mencoba menguji kesiapan militer Israel.

Dalam pernyataan melalui video yang dirilis kantornya pada Minggu (25/10), Netanyahu menyebut terdapat indikasi intelijen mengenai kemungkinan serangan yang bertujuan memengaruhi jalannya pemilu. Menurut dia, ancaman tersebut dapat datang langsung dari Iran maupun melalui kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya.

Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel telah disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, baik melalui langkah pertahanan maupun operasi ofensif. Ia juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Israel akan dibalas dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

Isu keamanan menjadi salah satu sorotan utama dalam kampanye Netanyahu menjelang pemungutan suara. Ia berulang kali menonjolkan rekam jejaknya dalam menghadapi ancaman regional, termasuk konflik dengan Iran yang melibatkan Amerika Serikat pada Februari 2026.

Namun, tudingan tersebut muncul di tengah ketegangan politik domestik. Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, sebelumnya mengkritik kemungkinan eskalasi konflik yang dinilainya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau menunda pemilu.

Hingga laporan ini disusun, tudingan Netanyahu mengenai rencana Iran mengganggu pemilu belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen. Situasi tersebut menambah perhatian terhadap keamanan menjelang pemungutan suara di Israel.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/