Nilai-Tukar-Rupiah-Melemah-Terhadap-Dolar-AS_20250408_171517
Dolar AS Nyaris Rp 18.000, Rupiah Tertekan pada Perdagangan Oktober 2026

Jakarta – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali bergerak mendekati Rp 18.000 terhadap rupiah pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. Pergerakan ini menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan tekanan terhadap mata uang Indonesia masih berlangsung di tengah dinamika pasar valuta asing.

Mengacu pada data Bloomberg yang dikutip dalam laporan perdagangan pagi, dolar AS berada di kisaran Rp 17.959 setelah dibuka pada level Rp 17.951. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya, yakni Rp 17.903 per dolar AS.

Pada perdagangan hari itu, nilai tukar dolar AS diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 17.944 hingga Rp 17.965. Sementara itu, secara kumulatif sepanjang 2026, dolar AS tercatat menguat sekitar 7,67% terhadap rupiah.

Pergerakan dolar AS juga bervariasi ketika dibandingkan dengan sejumlah mata uang utama dunia. Dolar tercatat menguat terhadap euro sebesar 0,63% dan pound sterling sebesar 0,42%. Sebaliknya, mata uang tersebut melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,42%, dolar Australia sebesar 0,22%, dolar Kanada sebesar 0,20%, serta franc Swiss sebesar 0,77%.

Mendekatnya kurs dolar AS ke Rp 18.000 menjadi perkembangan penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha, investor, dan masyarakat. Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi biaya transaksi internasional, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor atau memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar.

Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada dinamika pasar dan berbagai faktor ekonomi yang memengaruhi permintaan serta penawaran valuta asing.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/