Jakarta – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mempersilakan anak muda Indonesia mencari pekerjaan di luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya pelatihan keterampilan agar calon pekerja migran mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji di Balai Diklat Industri, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026). Ia menjelaskan bahwa Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) untuk mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan.
Menurut Sarmuji, pengiriman pekerja terampil ke luar negeri dapat menjadi salah satu upaya menghadapi tantangan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri. Pemanfaatan teknologi juga diperkirakan memengaruhi kemampuan sejumlah sektor dalam menyerap tenaga kerja.
Indonesia dinilai memiliki peluang melalui bonus demografi, sementara sejumlah negara seperti Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Singapura menghadapi tantangan demografi. Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi posisi yang membutuhkan keterampilan tertentu.
Sarmuji menyebut kapasitas pelatihan di lingkungan Kemenperin dapat mencapai 11.000 orang per tahun. Adapun sekitar 1.066 orang direncanakan mengikuti pelatihan melalui kerja sama dengan Kementerian P2MI.
Menteri P2MI Mukhtarudin turut menyoroti tingginya permintaan pekerja Indonesia dari luar negeri. Meski demikian, ia menyatakan ketersediaan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai masih menjadi tantangan.
Karena itu, pelatihan dan peningkatan keterampilan menjadi langkah penting agar calon pekerja migran dapat memanfaatkan peluang kerja internasional secara optimal.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























