004987900_1770289836-Wakil_Menteri_Keuangan_Juda_Agung
Harga Minyak Dunia Melonjak, Wamenkeu Juda Agung Pastikan BBM Subsidi Tak Naik

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung memastikan pemerintah belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak mentah Indonesia mengalami lonjakan. Pemerintah akan menghitung kembali dampak kenaikan harga minyak dunia sembari menjaga agar kebijakan energi tetap terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Juda di Jakarta, Selasa (13/10/2026), sebagai tanggapan atas kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) pada September 2026. Harga rata-rata minyak mentah Indonesia tercatat mencapai US$112,81 per barel, meningkat US$23,38 dibandingkan Agustus yang berada di angka US$89,43 per barel.

Meski menghadapi kenaikan tersebut, Juda menegaskan belum ada rencana penyesuaian harga BBM bersubsidi, baik pada tahun ini maupun tahun depan. Pemerintah justru akan memusatkan perhatian pada penyaluran subsidi agar lebih tepat sasaran dan diterima oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Juda juga menyatakan kenaikan harga minyak tidak serta-merta membuat pemerintah berencana memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perhitungan terhadap perkembangan harga energi akan tetap dilakukan untuk menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi fiskal.

Kenaikan ICP sendiri dipengaruhi dinamika pasar minyak global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan risiko gangguan pasokan. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral terus memantau pergerakan harga tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan demikian, pemerintah menyatakan harga BBM bersubsidi belum akan dinaikkan. Namun, perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan subsidi tetap menjadi faktor yang perlu dipantau ke depan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/