LAMPUNG – Pelarian panjang buronan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dikenal nekat dan bersenjata api akhirnya terhenti. Tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil oleh tim gabungan kepolisian setelah tersangka memberikan perlawanan mematikan. Sang pelaku curanmor penembak polisi di Lampung tewas dalam baku tembak sengit di lokasi persembunyiannya.
Insiden ini menjadi puncak dari perburuan intensif yang dilakukan oleh pihak kepolisian (Polda Lampung) setelah pelaku sebelumnya dengan sadis melukai seorang anggota polisi yang tengah bertugas.
Perlawanan Bersenjata di Lokasi Penggerebekan
Kejadian bermula ketika tim reserse kriminal berhasil mengendus jejak pelarian tersangka yang bersembunyi di sebuah kawasan padat penduduk. Saat proses penggerebekan dilakukan dan petugas meminta tersangka untuk menyerahkan diri, yang bersangkutan justru merespons dengan melepaskan tembakan ke arah petugas.
Tidak ingin mengambil risiko jatuhnya korban jiwa lagi dari pihak aparat penegak hukum maupun warga sipil di sekitar lokasi, polisi langsung membalas tembakan tersebut.
“Tersangka menolak menyerah dan justru mengarahkan senjata api rakitannya ke arah anggota kami. Sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) penanganan ancaman mematikan, aparat mengambil tindakan tegas dan terukur. Akibatnya, pelaku curanmor penembak polisi di Lampung tewas dalam baku tembak tersebut,” tegas perwakilan dari Polda Lampung saat memberikan keterangan pers.
Rekam Jejak Kriminal Kelas Kakap
Tersangka yang tewas ini bukanlah pelaku kriminal sembarangan. Ia merupakan residivis kelas kakap yang kerap beraksi menggunakan senjata api (senpi) dan senjata tajam.
Dalam catatan kepolisian, jaringan curanmor ini dikenal tidak segan-segan melukai bahkan menghilangkan nyawa korban maupun aparat yang mencoba menggagalkan aksi kejahatannya. Peristiwa di mana ia nekat menembak anggota polisi yang sedang patroli beberapa waktu lalu menjadi bukti betapa berbahayanya sindikat ini.
Pesan Keras Kepolisian untuk Sindikat Kejahatan
Peristiwa tewasnya pelaku penembak polisi ini sekaligus menjadi peringatan keras dari institusi kepolisian terhadap kelompok kejahatan bersenjata lainnya di wilayah Sumatera.
Beberapa komitmen penegakan hukum yang ditegaskan kembali oleh kepolisian meliputi:
-
Tindakan Tegas Tanpa Kompromi: Polisi tidak akan ragu melakukan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan yang membahayakan nyawa petugas dan masyarakat.
-
Pemberantasan Senjata Api Rakitan: Meningkatkan operasi intelijen untuk menyita senjata api rakitan yang kerap beredar di kalangan sindikat curanmor dan begal.
-
Pengamanan Ekstra bagi Personel: Mengingatkan seluruh anggota di lapangan untuk selalu waspada dan menggunakan perlengkapan pelindung diri, terutama saat memburu DPO (Daftar Pencarian Orang) kategori risiko tinggi.
Jenazah tersangka saat ini telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara setempat untuk proses identifikasi lebih lanjut dan pemeriksaan forensik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















