kasubdit-jatanras-ditreskrimum-polda-ntb-akbp-catur-erwin-setiawan-saat-ditemui-di-ruang-kerjanya-selasa-222026-foto-abdurrasy-1770022101637_169
Skandal Narkoba di Korps Bhayangkara! Jejak Kasus Sabu AKBP Catur Mencuat Usai Dicopot dari Jabatan Plh Kapolres Bima Kota

BIMA / BALI – Institusi Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) tengah diguncang isu internal yang serius. Pada Minggu (22/2/2026), kabar mengenai pencopotan AKBP Catur dari posisinya sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota menjadi perbincangan hangat.

Pencopotan ini bukan tanpa alasan. Tak lama setelah dibebastugaskan dari jabatannya, jejak dugaan keterlibatan perwira menengah tersebut dalam jaringan penyalahgunaan sabu mulai terungkap ke publik, memicu investigasi mendalam dari Propam dan Direktorat Narkoba.

Kronologi: Dari Jabatan Strategis ke Meja Pemeriksaan

Pencopotan AKBP Catur awalnya terlihat sebagai rotasi biasa, namun publik segera mengendus adanya ketidakberesan. Investigasi internal mengungkap adanya kaitan antara sang perwira dengan temuan barang bukti sabu dalam sebuah pengungkapan kasus sebelumnya.

Beberapa poin krusial dalam skandal ini:

  • Pencopotan Mendadak: Jabatan Plh Kapolres Bima Kota ditarik kembali oleh pimpinan Polda NTB guna mempermudah proses pemeriksaan intensif.

  • Pengembangan Kasus: Dugaan keterlibatan AKBP Catur muncul setelah adanya pengakuan dari tersangka lain atau temuan bukti petunjuk yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang terkait narkotika.

  • Komitmen Institusi: Polda NTB menegaskan tidak akan memberikan toleransi (zero tolerance) bagi anggota yang terlibat narkoba, apa pun pangkatnya.

“Bersih-Bersih Internal Tanpa Pandang Bulu”

Langkah tegas mencopot AKBP Catur sebelum pemeriksaan tuntas menunjukkan sinyal kuat bahwa Polri ingin menjaga marwah institusi di mata masyarakat. Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi penegakan hukum di wilayah NTB, khususnya dalam pemberantasan narkoba yang melibatkan aparat sendiri.

“Kami tidak main-main. Siapa pun anggota yang bermain dengan narkoba, konsekuensinya adalah pencopotan dan proses hukum yang transparan. Ini adalah bagian dari komitmen bersih-bersih internal kami di tahun 2026 ini,” ungkap perwakilan Humas Polda NTB, Minggu (22/2/2026).

Saat ini, AKBP Catur dikabarkan tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda NTB guna mendalami sejauh mana keterlibatannya dalam jaringan peredaran atau penggunaan barang terlarang tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/