ptsd-mental-health-concept-post-traumatic-stress-disorder-the-depressed-woman-sitting-alone-on-the-floor-in-the-dark-room-background-film-look-free-photo
Psikiater Soroti Trauma Anak Terduga Pencuri Ayam di Bali, Dampak Emosional Bisa Berkepanjangan

Jakarta – Peristiwa meninggalnya KD, pria yang diduga terlibat kasus pencurian ayam di Kabupaten Tabanan, Bali, menyisakan duka mendalam bagi keluarganya. Sorotan publik kini tertuju pada kondisi psikologis anak korban yang terekam menangis histeris saat jenazah sang ayah tiba di rumah duka. Menurut psikiater, pengalaman tersebut berpotensi menimbulkan trauma emosional yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.

Psikiater menjelaskan bahwa menyaksikan atau mengalami peristiwa yang sangat mengejutkan dapat memicu respons trauma pada anak. Reaksi yang muncul dapat berupa ketakutan berlebihan, kecemasan, sulit tidur, menarik diri dari lingkungan, hingga perubahan perilaku yang berlangsung dalam jangka panjang. Karena itu, dukungan dari keluarga, lingkungan, dan tenaga profesional dinilai penting untuk membantu proses pemulihan psikologis.

Para ahli juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyebarkan video maupun foto yang memperlihatkan penderitaan anak tersebut. Paparan berulang terhadap peristiwa traumatis melalui media sosial dikhawatirkan dapat memperburuk kondisi emosional korban. Perlindungan terhadap privasi anak menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa dampak suatu peristiwa tidak hanya dirasakan oleh korban langsung, tetapi juga keluarga, terutama anak-anak. Pendekatan yang mengedepankan empati, perlindungan, dan pendampingan psikologis dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko trauma berkepanjangan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/