prabowo-subianto-muchlis-jr-biro-pers-sekretariat-presiden-1773094420739_169
Strategi Catur Prabowo: Terungkap Alasan RI 'Main' di Balance of Power Dunia demi Palestina

JAKARTA – Di tengah dinamika geopolitik yang kian tajam di tahun 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keterlibatan aktif Indonesia dalam pusaran kekuatan dunia bukanlah tanpa tujuan. Pada Senin (16/3/2026), dalam sebuah konferensi pers terbatas, Presiden mengungkap bahwa strategi Indonesia untuk tetap berada dalam jajaran kekuatan utama (Balance of Power) adalah instrumen paling efektif untuk menekan komunitas internasional terkait kemerdekaan Palestina.

Bukan Sekadar Eksistensi, Tapi Pengaruh

Prabowo menjelaskan bahwa dalam hukum internasional yang keras, suara tanpa kekuatan sering kali diabaikan. Oleh karena itu, Indonesia terus memperkuat ekonomi dan pertahanannya agar memiliki daya tawar yang tidak bisa disepelekan oleh blok kekuatan mana pun.

“Kita tidak bisa membantu Palestina jika kita sendiri lemah. Kita harus menjadi bagian dari keseimbangan kekuatan dunia agar ketika kita berbicara tentang keadilan bagi Palestina, negara-negara besar berhenti sejenak dan mendengarkan. Inilah alasan mengapa kita harus kuat di ‘meja’ dunia,” tegas Prabowo Subianto, Senin (16/3/2026).

Tiga Alasan Strategis RI Bertahan di BoP

Dalam paparannya, Presiden merinci tiga poin utama mengapa posisi Balance of Power Indonesia sangat krusial bagi perjuangan Palestina di tahun 2026:

  • Daya Tawar Ekonomi: Dengan status Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang kian dominan di Asia Tenggara, kemitraan dagang digunakan sebagai ‘alat lunak’ untuk mendorong negara-negara Barat mengakui kedaulatan Palestina secara penuh.

  • Peran Penengah (Mediator): Dengan tidak memihak secara buta pada satu blok, Indonesia bisa masuk ke ruang-ruang negosiasi yang tidak bisa diakses oleh negara lain, membawa agenda kemerdekaan Palestina langsung ke jantung kebijakan luar negeri kekuatan besar.

  • Solidaritas Global yang Terukur: Indonesia memimpin blok negara-negara berkembang untuk memastikan bahwa isu Palestina tetap menjadi prioritas utama di PBB, bukan sekadar isu sampingan yang terlupakan.

Misi Kemanusiaan di Atas Kepentingan Politik

Meskipun strategi ini terlihat sangat pragmatis, Prabowo menekankan bahwa landasannya adalah konstitusi dan kemanusiaan. Di tahun 2026 ini, diplomasi Indonesia diarahkan untuk mengubah simpati menjadi aksi nyata. Presiden yakin bahwa dengan posisi tawar Indonesia yang kuat saat ini, jalan menuju solusi dua negara (two-state solution) yang menguntungkan Palestina menjadi lebih terbuka lebar.

Langkah berani ini dipandang sebagai bentuk evolusi diplomasi Indonesia yang lebih asertif. Prabowo ingin menunjukkan bahwa Indonesia di bawah kepemimpinannya adalah “jembatan” yang memiliki kekuatan untuk menggeser arus kebijakan dunia demi perdamaian yang abadi.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/