Jakarta – Polisi mulai mengusut kegiatan yang menjadi sorotan publik setelah muncul challenge hafalan Al-Qur’an dengan hadiah berupa minuman keras (miras). Dalam penyelidikan tersebut, aparat memeriksa sejumlah pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam pelaksanaan kegiatan di festival The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara.
Pihak event organizer (EO) dan master of ceremony (MC) menjadi bagian dari pihak yang dimintai keterangan oleh polisi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui bagaimana kegiatan tersebut dapat berlangsung, termasuk konsep acara, pihak yang menggagas, serta mekanisme challenge yang memberikan hadiah miras kepada peserta.
Kasus ini mencuat setelah kegiatan tersebut ramai diperbincangkan publik. Penggunaan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari tantangan yang dikaitkan dengan pemberian minuman keras menuai kritik dan perhatian masyarakat.
Polisi masih mendalami rangkaian kegiatan tersebut untuk memastikan fakta serta pihak-pihak yang bertanggung jawab. Pemeriksaan terhadap EO dan MC diharapkan dapat membantu penyidik mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan acara dan latar belakang munculnya challenge tersebut.
Hingga proses pemeriksaan berlangsung, polisi masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari sejumlah pihak. Penyelidikan dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam kegiatan tersebut.
Masyarakat kini menunggu perkembangan penyelidikan polisi terkait kontroversi challenge hafalan Al-Qur’an berhadiah miras tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























