1728703391-653x448
Ketum Muhammadiyah Desak Penanganan Tegas Kasus Pelecehan Seksual di Kampus Tanpa Kompromi

Yogyakarta – Ketua Umum Muhammadiyah menegaskan pentingnya penanganan tegas terhadap setiap kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang aman bagi seluruh sivitas akademika dan tidak boleh memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dugaan kasus pelecehan di sejumlah kampus. Ia menilai bahwa penyelesaian kasus tidak boleh berhenti pada proses internal semata, melainkan harus dilakukan secara transparan, adil, dan berpihak kepada korban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Muhammadiyah juga mendorong setiap institusi pendidikan tinggi memperkuat sistem pencegahan melalui edukasi, pembentukan mekanisme pelaporan yang mudah diakses, serta perlindungan bagi korban dan saksi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang bebas dari intimidasi dan kekerasan seksual.

Selain penegakan aturan, budaya saling menghormati di lingkungan kampus juga perlu terus dibangun melalui keterlibatan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga pimpinan perguruan tinggi. Dengan adanya komitmen bersama, kasus serupa diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Muhammadiyah menegaskan bahwa tidak boleh ada kompromi terhadap pelaku pelecehan seksual. Setiap laporan harus ditangani secara profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tetap terjaga dan hak korban memperoleh keadilan dapat terpenuhi.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/