20260907082047
Ahli Tegaskan Erupsi Gunung Api Terjadi Secara Alami, Bukan Rekayasa

Yogyakarta – Sejumlah ahli membantah narasi yang menyebut erupsi beberapa gunung berapi di Indonesia terjadi akibat rekayasa teknologi. Pakar vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Agung Harijoko, menegaskan aktivitas erupsi merupakan bagian dari proses geologi alami yang terjadi akibat dinamika magma dan tekanan gas di dalam bumi.

Agung menjelaskan tekanan di dalam sistem gunung api dapat meningkat hingga magma mencari jalan keluar melalui rekahan kerak bumi atau kawah. Menurutnya, hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan adanya campur tangan teknologi dalam memicu erupsi gunung berapi.

Fenomena sejumlah gunung api yang aktif dalam waktu berdekatan juga dinilai masih dapat dijelaskan secara ilmiah. Enam gunung yang menjadi perhatian, yakni Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, dan Sinabung, memiliki sistem magma serta karakteristik masing-masing. Karena berada di lokasi yang berjauhan, aktivitas satu gunung tidak otomatis memicu gunung lainnya.

Dosen Fakultas Geografi UGM Indranova Suhendro menyebut kondisi tersebut lebih tepat dipahami sebagai pertemuan siklus aktivitas masing-masing gunung. Ia juga menjelaskan mekanisme erupsi setiap gunung dapat berbeda, bergantung pada kondisi magma, gas, serta sistem vulkaniknya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/