JAKARTA – Misi mewujudkan Indonesia Emas 2045 tampaknya akan menjadi halusinasi massal jika pondasi paling dasar—yakni kualitas otak manusianya—tidak segera dibenahi. Pada Senin (20/4/2026), publik disuguhkan sebuah fakta pahit dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kondisi kognitif masyarakat kita saat ini.
Secara blak-blakan, Kepala BGN sebut rata-rata IQ orang Indonesia 78, targetkan perbaikan melalui intervensi program gizi yang agresif. Angka 78 ini bukanlah statistik yang bisa dianggap remeh. Dalam skala kecerdasan global, skor di bawah 80 sering kali diklasifikasikan sebagai ambang batas bawah (borderline) sebelum masuk ke kategori disabilitas intelektual ringan.
Fakta ini sekaligus menjawab banyak fenomena sosial yang selama ini bikin kita gemas sendiri. Kenapa masyarakat kita sangat mudah termakan hoax? Kenapa literasi digital kita hancur lebur? Kenapa produktivitas kerja kita kalah saing dengan negara tetangga? Jawabannya bermuara pada satu hal: asupan gizi yang buruk sejak dalam kandungan hingga masa keemasan pertumbuhan anak ( stunting).
Otak yang kurang asupan protein hewani dan nutrisi esensial tidak akan bisa memproses informasi kompleks, apalagi diajak berpikir kritis. Oleh karena itu, BGN kini menjadikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar urusan perut kenyang, melainkan “operasi penyelamatan” kapasitas otak generasi penerus.
Klaim angka IQ 78 ini harus menjadi alarm darurat nasional. Ini bukan waktunya untuk denial (menyangkal) atau tersinggung, melainkan waktu untuk menuntut perbaikan sistemik.
Kita mendesak pemerintah agar alokasi triliunan rupiah untuk program gizi benar-benar sampai ke mulut anak-anak sekolah dalam bentuk daging, telur, dan susu yang berkualitas tinggi—bukan sekadar karbohidrat kosong yang disunat anggarannya oleh oknum koruptor! Jangan sampai kebodohan struktural ini terus diwariskan ke generasi selanjutnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















