69dc79ae0df1c
Gebrakan Ekonomi Desa! 18 Juta KPM Berpeluang Jadi Pekerja di Kopdes Merah Putih, Tinggalkan Jerat Kemiskinan

JAKARTA – Mengubah mentalitas dari “tangan di bawah” menjadi “tangan di atas” memang bukan perkara mudah, namun bukan berarti mustahil untuk diwujudkan. Sebuah angin segar berembus bagi jutaan warga prasejahtera di Indonesia menyusul pengumuman skema pemberdayaan terbaru dari pemerintah pada awal pekan ini.

Sebanyak 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM)—yang selama ini tercatat sebagai penerima Bansos seperti PKH atau BPNT—kini diproyeksikan untuk direkrut menjadi pekerja di jaringan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menariknya, rekrutmen massal ini akan menggunakan sistem “prioritas usia”, di mana KPM yang masih berada dalam rentang usia produktif akan didahulukan.

Kebijakan di pertengahan April 2026 ini merupakan sebuah lompatan paradigma yang sangat brilian. Bansos dalam bentuk uang tunai atau sembako memang penting sebagai jaring pengaman sosial (safety net) saat darurat. Namun, memberikan mereka pekerjaan yang layak adalah tiket permanen untuk memutus rantai kemiskinan lintas generasi ( graduasi kemiskinan).

Pemerintah Kebut Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Lewat Kopdes Merah Putih

Kopdes Merah Putih nantinya diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di desa. KPM yang direkrut tidak hanya dijadikan buruh kasar, tetapi bisa dilibatkan dalam unit usaha produktif—mulai dari pengelolaan hasil tani, peternakan terpadu, hingga menjadi tulang punggung penyedia bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah setempat.

Namun, sebagai media yang selalu mengawal kebijakan publik, Kabar Pelita memberikan catatan kritis yang tak boleh diabaikan. Eksekusi program raksasa ini harus benar-benar diawasi ketat.

Pertama, jangan sampai struktur pengurus dan akses modal Kopdes Merah Putih justru dibajak oleh elit desa atau “kroninya” kepala desa, sementara warga miskin KPM hanya dijadikan tameng administratif. Kedua, pemerintah wajib memberikan pendampingan (upskilling) yang memadai. Mengubah warga yang belum pernah berwirausaha menjadi pekerja koperasi yang profesional butuh pelatihan mental dan keterampilan yang serius.

Jika dieksekusi dengan bersih dan transparan, program ini akan menjadi game changer bagi kebangkitan ekonomi desa. Mari kita dukung dan kawal bersama, agar 18 juta saudara kita ini bisa segera mandiri dan bangga bisa berdiri di atas kaki sendiri!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/