69952f457a0c3
Berjibaku di Lahan Gambut! Perjuangan Petugas Padamkan Karhutla Pulau Mendol Demi Cegah Asap ke Negara Tetangga

PELALAWAN – Pertempuran melawan si jago merah kembali pecah di jantung lahan gambut Riau. Pada Rabu (18/2/2026), dilaporkan sejumlah petugas gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, hingga Polri sedang berjibaku dengan api yang membakar lahan di Pulau Mendol, Kecamatan Penyalai, Kabupaten Pelalawan.

Bukan sekadar memadamkan api, misi kali ini sangat krusial: mencegah timbulnya kabut asap pekat yang berisiko tertiup angin melintasi batas negara menuju Singapura dan Malaysia.

Tantangan Berat di Atas Bara Gambut

Memadamkan api di Pulau Mendol bukanlah perkara mudah. Karakteristik lahan gambut membuat api tidak hanya berkobar di permukaan, tapi juga merayap di bawah tanah hingga kedalaman tertentu. Hal ini menuntut petugas untuk melakukan teknik mopping-up atau pendinginan ekstra agar api tidak muncul kembali (re-ignite).

Beberapa tantangan utama yang dihadapi petugas di lapangan:

  • Akses Lokasi: Medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat memaksa petugas memanggul selang dan pompa air sejauh ratusan meter.

  • Sumber Air Minim: Di tengah cuaca terik, mencari sumber air yang stabil untuk pemadaman menjadi kendala tersendiri.

  • Angin Kencang: Angin laut yang bertiup kencang di Pulau Mendol membuat api sangat cepat meluas ke vegetasi yang mengering.

“Napas Kami untuk Langit Biru”

Bagi para petugas, debu dan panas adalah kawan sehari-hari. Mereka sadar bahwa jika Karhutla di Pulau Mendol gagal dijinakkan, taruhannya bukan hanya kesehatan warga lokal, tapi juga reputasi lingkungan Indonesia di mata internasional.

“Kami bekerja shift hingga malam. Panasnya bukan main karena api ada di bawah kaki kami (gambut). Tapi target kami jelas, jangan sampai ada asap yang menyeberang ke negara tetangga. Kita ingin membuktikan Indonesia serius menjaga langit tetap bersih,” ungkap salah satu petugas pemadam di lapangan, Rabu (18/2/2026).

Upaya pembuatan sekat bakar terus dikebut guna melokalisir api agar tidak merembet ke kawasan perkebunan warga dan hutan lindung di sekitarnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/