6a1c0dafcd3d0
Ancaman Benda Peledak Aktif! Diduga Masih Ada Bom, Pencarian 3 Korban Hilang di Biak Libatkan Tim Gegana

BIAK – Operasi pencarian dan penyelamatan (Search and Rescue/SAR) terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang di wilayah Kabupaten Biak Numfor, Papua, mendadak berubah menjadi misi dengan risiko tinggi. Area pencarian yang disisir oleh tim gabungan terpaksa disterilisasi secara ketat menyusul temuan mengejutkan di lapangan. Lantaran diduga masih ada bom, pencarian 3 korban hilang di Biak libatkan tim Gegana dari Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) setempat guna memastikan area tersebut aman dari ancaman ledakan susulan.

Penemuan material mematikan di sekitar radius hilangnya para korban ini memaksa komandan operasi untuk menunda sementara pergerakan personel SAR hingga area dinyatakan benar-benar steril.

Menghadapi Ancaman Ranjau Bawah Tanah

Wilayah Biak secara historis memang dikenal sebagai salah satu basis pertempuran sengit pada era Perang Dunia II, di mana sisa-sisa bom udara atau mortir tertanam (UXO/Unexploded Ordnance) kerap ditemukan oleh warga. Namun, temuan kali ini bertepatan dengan hilangnya tiga warga sipil, sehingga memunculkan kekhawatiran ganda: apakah korban tersesat, atau justru menjadi korban dari ledakan material berbahaya tersebut.

“Keselamatan personel SAR adalah prioritas mutlak. Karena diduga masih ada bom, pencarian 3 korban hilang di Biak libatkan tim Gegana sebagai lapis pertama pengamanan. Tim Penjinak Bom (Jibom) sedang bekerja menggunakan alat pendeteksi logam (metal detector) untuk menetralisir zona merah sebelum tim Basarnas bisa kembali masuk melakukan penyisiran,” tegas seorang perwira kepolisian yang mengawal jalannya operasi evakuasi.

Tiga Tahapan Kritis Operasi Penyelamatan di Biak

Menghadapi kompleksitas medan yang berpotensi mematikan ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan Basarnas menerapkan tiga tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) darurat:

  1. Sterilisasi dan Isolasi (Ring Pengamanan): Tim Gegana memasang garis polisi dalam radius beberapa kilometer dari titik penemuan bom. Warga dilarang keras mendekat untuk mencegah timbulnya korban jiwa baru akibat guncangan tanah.

  2. Pemindaian dan Disposal (Pemusnahan): Petugas Jibom melakukan pemetaan lokasi secara teliti. Jika benda peledak yang ditemukan masih aktif dan sangat rawan dipindahkan, petugas akan melakukan peledakan terkendali (disposal) di tempat.

  3. Lanjutan Operasi SAR Taktis: Setelah tim Gegana secara resmi menerbitkan status clear (aman), regu penyelamat Basarnas dan anjing pelacak (K-9) akan langsung diterjunkan kembali untuk mencari jejak ketiga korban yang hilang.

Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat Setempat

Situasi yang menegangkan ini terus dipantau secara langsung oleh otoritas daerah. Pihak berwenang mengimbau keluarga korban untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses evakuasi kepada para profesional. Selain itu, masyarakat Biak dan sekitarnya diperingatkan agar segera melapor ke pos polisi militer atau kepolisian terdekat jika menemukan benda logam mencurigakan yang menyerupai tabung atau proyektil, serta dilarang keras untuk mengutak-atiknya demi keselamatan nyawa.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/