TEL AVIV / TEHERAN – Langit Tel Aviv berubah menjadi panggung kilatan cahaya dan ledakan pada Rabu (18/3/2026). Sirene peringatan serangan udara meraung-raung di seluruh penjuru kota saat gelombang rudal balistik dan drone kamikaze yang diluncurkan dari wilayah Iran mulai memasuki ruang udara Israel. Serangan ini menandai dimulainya babak baru konfrontasi langsung yang dipicu oleh kemarahan Teheran atas tewasnya Ali Larijani, salah satu arsitek politik luar negeri Iran.
Operasi Balasan: “Janji Sejati 3.0”
IRGC menyatakan bahwa serangan ini adalah respons sah atas apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan pengecut” yang menyebabkan hilangnya nyawa Larijani. Dalam hitungan jam, ratusan proyektil dilaporkan ditembakkan dari pangkalan-pangkalan di Iran Barat.
Sistem pertahanan udara Israel, termasuk Iron Dome dan Arrow, terlihat bekerja keras melakukan intersepsi. Meski sebagian besar rudal berhasil dijatuhkan sebelum menyentuh tanah, beberapa ledakan dilaporkan terdengar di pinggiran kota Tel Aviv dan dekat instalasi militer.
Sosok Ali Larijani dan Signifikansi Kematiannya
Kematian Ali Larijani bukan sekadar kehilangan seorang politisi, melainkan pukulan telak bagi stabilitas internal Iran. Larijani dikenal sebagai figur moderat-konservatif yang memiliki pengaruh besar dalam negosiasi internasional dan strategi keamanan regional. Di tahun 2026 ini, ia dipandang sebagai penyeimbang di tengah faksi-faksi garis keras. Kematiannya memaksa Teheran untuk mengambil tindakan militer demi menjaga wibawa di mata domestik maupun sekutu regionalnya.
Dampak Global: Harga Minyak dan Ancaman Perang Luas
Dunia bereaksi cepat terhadap kabar serangan ini:
-
Pasar Energi: Harga minyak mentah dunia langsung melonjak di atas $120 per barel dalam perdagangan pagi ini karena kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz.
-
Penerbangan Internasional: Wilayah udara di Timur Tengah kini dinyatakan sebagai zona merah, memaksa ribuan penerbangan internasional melakukan pengalihan rute secara massal.
-
Dewan Keamanan PBB: Sidang darurat dijadwalkan akan digelar sore ini di New York untuk meredam potensi perang skala penuh yang melibatkan kekuatan besar seperti AS dan Rusia.
Israel Bersiap Melawan Balik
Perdana Menteri Israel telah memberikan pernyataan singkat bahwa “siapa pun yang menyakiti kami, akan kami lukai kembali dengan kekuatan berlipat ganda.” Saat ini, militer Israel (IDF) dilaporkan sedang menyiapkan target-target balasan di dalam wilayah Iran, yang jika dilakukan, akan membawa kawasan tersebut ke dalam siklus kekerasan yang tak terkendali.
Warga di Tel Aviv dan kota-kota besar lainnya diperintahkan untuk tetap berada di dekat bungker perlindungan, sementara dunia menahan napas menunggu langkah apa yang akan diambil selanjutnya oleh Washington dan Moskow.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/




















