DENPASAR, BALI – Intensitas hujan yang tinggi selama 72 jam terakhir telah mengakibatkan genangan air dan banjir di berbagai wilayah di Bali. Hingga Selasa (24/2/2026), tercatat setidaknya 26 titik banjir yang tersebar di wilayah padat penduduk dan jalur utama pariwisata.
Pihak BPBD Bali melaporkan bahwa drainase yang tidak mampu menampung debit air hujan yang turun terus-menerus menjadi penyebab utama meluapnya air ke jalan raya hingga pemukiman warga.
Wilayah Terdampak dan Kondisi Terkini
Banjir kali ini menyasar wilayah-wilayah krusial yang biasanya menjadi pusat aktivitas wisatawan maupun warga lokal. Beberapa area di Denpasar dan Badung dilaporkan mengalami kemacetan parah akibat kendaraan yang mogok di tengah genangan.
Poin-poin penting dampak banjir Bali:
-
Titik Terbanyak: Sebaran banjir didominasi oleh wilayah Denpasar Barat dan beberapa titik di Kuta serta Seminyak.
-
Ketinggian Air: Bervariasi mulai dari 30 cm hingga mencapai 1 meter di titik terendah.
-
Akses Transportasi: Jalur menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai di beberapa titik dilaporkan padat merayap karena antrean kendaraan yang menghindari genangan tinggi.
-
Evakuasi Mandiri: Beberapa warga di pemukiman rendah mulai memindahkan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi mengantisipasi hujan yang diprediksi masih akan berlanjut.
Imbauan: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Lanjutan
BMKG dan BPBD setempat terus memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada. Mengingat kondisi tanah yang sudah jenuh air akibat hujan tiga hari, potensi pohon tumbang dan tanah longsor di wilayah perbukitan juga meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari jalur-jalur rawan genangan dan tetap memantau informasi cuaca resmi. Tim kami sudah tersebar di 26 titik tersebut untuk membantu penyedotan air dan pengaturan lalu lintas,” ungkap perwakilan BPBD Bali, Selasa (24/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























