JAKARTA – Menjadi penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah impian ribuan pemuda Indonesia, namun gelar awardee datang dengan tanggung jawab moral yang luar biasa besar. Pada Selasa (24/2/2026), Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peringatan tegas agar para penerima beasiswa tidak lupa diri dan menyadari asal-usul dana yang mereka gunakan.
Dalam arahannya, Purbaya menekankan bahwa uang yang digunakan untuk membiayai sekolah, tiket pesawat, hingga biaya hidup para mahasiswa di luar negeri bukanlah “uang gratis”, melainkan hasil pengumpulan pajak rakyat dan bahkan sebagian berasal dari utang negara.
Reality Check: Dana Pendidikan Bukan Uang “Jatuh dari Langit”
Purbaya ingin para mahasiswa memahami bahwa setiap rupiah yang mereka belanjakan di luar negeri adalah amanah dari rakyat Indonesia, termasuk mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan namun tetap berkontribusi pada pajak.
Poin-poin utama peringatan Purbaya:
-
Beban Utang Negara: Sebagian dana abadi pendidikan bersumber dari pembiayaan yang memiliki bunga, sehingga para alumni wajib memberikan imbal balik berupa kontribusi nyata bagi pembangunan.
-
Keringat Pembayar Pajak: Uang tersebut berasal dari pajak konsumsi (PPN) hingga pajak penghasilan buruh dan pedagang kecil di seluruh pelosok tanah air.
-
Kewajiban Kembali: Purbaya sangat menyayangkan jika ada alumni yang memilih menetap di luar negeri dan tidak berkontribusi langsung untuk Indonesia setelah lulus.
-
Investasi Bangsa: Penerima LPDP harus memposisikan diri sebagai “aset yang berutang” kepada negara, bukan sekadar penikmat fasilitas mewah.
“Jangan Amnesia Setelah Lulus”
Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi para alumni agar tidak terkena “amnesia intelektual” yang membuat mereka enggan pulang atau hanya mencari keuntungan pribadi di luar negeri.
“Kalian harus ingat, biaya sekolah kalian itu dari pajak rakyat dan utang. Jangan sampai setelah pintar, kalian lupa jalan pulang. Indonesia butuh otak kalian untuk melunasi beban ekonomi yang kita pikul bersama hari ini,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (24/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/




















