MEXICO CITY – Nama Nemesio Oseguera Cervantes, atau yang lebih dikenal dengan julukan El Mencho, telah lama menjadi sinonim bagi teror di tanah Meksiko. Namun, setelah kabar kematiannya terkonfirmasi pada Februari 2026, suasana di negara tersebut bukannya mereda, melainkan justru semakin mencekam.
Publik kini menyoroti rekam jejak pria yang berhasil membangun Kartel Jalisco New Generation (CJNG) menjadi organisasi kriminal paling haus darah dan ekspansif di dunia.
Profil El Mencho: Dari Polisi Menjadi Gembong
Salah satu fakta paling ironis dari sosok El Mencho adalah latar belakangnya. Sebelum menjadi raja diraja di dunia bawah tanah, ia pernah menjabat sebagai aparat kepolisian di Cabo Corrientes, Jalisco. Pengetahuannya tentang taktik kepolisian inilah yang diduga membuatnya sangat sulit ditangkap selama satu dekade terakhir.
Mengapa ia begitu ditakuti?
-
Taktik Militeristik: El Mencho mempersenjatai anggotanya dengan perlengkapan standar militer, termasuk peluncur roket yang pernah digunakan untuk menembak jatuh helikopter tentara Meksiko.
-
Ekspansi Tanpa Ampun: Di bawah kendalinya, CJNG menyebar ke 28 dari 32 negara bagian di Meksiko dan merambah pasar internasional hingga ke Asia dan Eropa.
-
Kekejaman Ekstrem: Dikenal karena video-video propaganda yang menunjukkan eksekusi brutal terhadap lawan-lawannya sebagai pesan peringatan.
Meksiko Mencekam: Mengapa Setelah Tewas Justru Berbahaya?
Kematian seorang pemimpin besar seringkali memicu “Vakum Kekuasaan”. Di Meksiko, situasi ini biasanya berujung pada pertumpahan darah yang lebih masif.
-
Perang Faksi Internal: Para letnan kepercayaan El Mencho diprediksi akan saling sikut untuk memperebutkan takhta tertinggi CJNG.
-
Serangan Kartel Rival: Musuh bebuyutan mereka, seperti Kartel Sinaloa, kemungkinan besar akan memanfaatkan momen kelemahan ini untuk merebut wilayah kekuasaan (plazas).
-
Penyisiran Militer: Pemerintah Meksiko kini menyiagakan ribuan personel di zona merah untuk mengantisipasi “narcoblockades” (pemblokiran jalan dengan membakar kendaraan) sebagai bentuk protes loyalis El Mencho.
“Akhir dari Sang Diktator Narkoba”
Bagi masyarakat Meksiko, kematian El Mencho adalah akhir dari sebuah era, namun juga awal dari ketidakpastian baru. Ketakutan akan terjadinya “perang total” antar faksi kini menghantui kota-kota seperti Guadalajara dan Colima.
“El Mencho membangun kekaisarannya dengan darah. Ketika pondasi utama itu hilang, seluruh bangunan organisasi bisa runtuh dan pecahannya akan melukai siapa pun di sekitarnya. Itulah sebabnya saat ini Meksiko dalam kondisi siaga satu,” ungkap analis keamanan internasional, Selasa (24/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























