69bcb82ac6949
Semeru Erupsi Lagi! Awan Panas Meluncur 3,5 KM, Asap Pekat Membumbung 1.000 Meter di Hari Jumat

LUMAJANG – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang fluktuatif. Pada Jumat pagi (20/3/2026), Gunung yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang ini meluncurkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur mencapai 3,5 kilometer. Berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, luncuran panas tersebut mengarah ke sektor tenggara atau wilayah Besuk Kobokan.

Kolom Abu Setinggi 1.000 Meter

Selain awan panas, erupsi kali ini juga disertai dengan hembusan abu vulkanik berwarna kelabu hingga cokelat dengan intensitas tebal. Kolom asap dilaporkan membumbung setinggi 1.000 meter (1 km) di atas puncak kawah. Arah angin yang membawa material abu cenderung bergerak ke arah Barat Daya, yang berpotensi menyebabkan hujan abu tipis di beberapa wilayah sekitarnya.

“Aktivitas terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal yang cukup tinggi. Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan,” ungkap petugas pengamat, Jumat (20/3/2026).

Rekomendasi Keselamatan PVMBG

Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada level waspada, otoritas terkait mengeluarkan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat dan wisatawan:

  1. Radius Aman: Dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

  2. Bahaya Lahar: Mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

  3. Masker & Pelindung Mata: Masyarakat diimbau menggunakan masker untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik terhadap pernapasan.

Situasi Menjelang Lebaran

Erupsi ini terjadi di saat masyarakat sedang bersiap merayakan Idul Fitri. BPBD Lumajang telah menyiagakan personel di titik-titik rawan untuk memastikan jalur evakuasi tetap bersih dan warga siap jika sewaktu-waktu eskalasi meningkat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa, namun pemantauan terus dilakukan selama 24 jam penuh.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/