PONTIANAK – Tembok perbatasan darat dan perairan dangkal di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menjadi arena pertempuran antara aparat dan mafia penyelundup. Pada Jumat (17/4/2026), Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri sukses mencetak skor telak dengan menggagalkan masuknya puluhan ton bawang impor ilegal ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Komoditas pangan yang disinyalir kuat berasal dari negara tetangga tersebut diamankan aparat sebelum sempat didistribusikan secara masif ke pasar-pasar tradisional di Pulau Kalimantan maupun Jawa. Modus yang digunakan komplotan ini terbilang klasik namun nekat, yakni memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus dan memanipulasi manifes muatan kapal barang.
Langkah Bareskrim di pertengahan April 2026 ini bukan sekadar urusan penegakan hukum biasa, melainkan aksi penyelamatan nyawa ekonomi para petani lokal kita.
Publik harus paham mengapa masuknya bawang ilegal ini sangat berbahaya. Pertama, bawang selundupan ini tidak melewati proses karantina pertanian. Artinya, ada risiko besar terbawanya hama, bakteri, atau penyakit tanaman mematikan dari luar negeri yang bisa mewabah dan menghancurkan ekosistem pertanian domestik.
Kedua, ini adalah bentuk teror ekonomi bagi petani lokal di sentra-sentra produksi seperti Brebes atau Nganjuk. Bawang selundupan tidak membayar pajak dan bea masuk impor, sehingga harganya bisa dibanting sangat murah di pasaran. Jika bawang haram ini sampai membanjiri pasar, harga bawang lokal akan hancur lebur, dan para petani kita yang sudah berdarah-darah mengeluarkan modal tanam dan pupuk akan berujung pada kebangkrutan massal.
Kabar Pelita memberikan apresiasi tinggi atas ketangkasan Bareskrim Polri. Namun, kita mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada penangkapan sopir truk, kuli panggul, atau nakhoda kapalnya saja. Penyelundupan berskala “puluhan ton” mustahil dilakukan tanpa modal raksasa. Polisi harus mengusut tuntas aliran dananya, seret para cukong dan bandar besarnya, serta periksa adakah oknum petugas perbatasan yang “masuk angin” membukakan pintu bagi mereka!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















