TANGERANG SELATAN – Kabar memilukan datang dari salah satu institusi pendidikan dasar di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel). Dunia pendidikan di awal tahun 2026 ini dikejutkan dengan dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang oknum guru terhadap para siswanya. Berdasarkan laporan awal, sebanyak 13 siswa di sebuah Sekolah Dasar (SD) Negeri diduga telah menjadi korban.
Kasus ini kini menjadi atensi serius dari pihak kepolisian setempat serta otoritas perlindungan anak di wilayah Tangsel guna memastikan penegakan hukum yang adil dan pemulihan trauma bagi para korban.
Kronologi dan Pengungkapan Kasus di Tangsel
Dugaan praktik asusila ini terungkap setelah adanya keberanian dari salah satu orang tua siswa di Tangsel untuk melapor, yang kemudian diikuti oleh laporan-laporan serupa dari wali murid lainnya. Oknum guru yang bersangkutan diduga memanfaatkan otoritasnya sebagai tenaga pendidik untuk mendekati para korban di lingkungan sekolah.
Hingga Selasa (20/1/2026), pihak Kepolisian Resor (Polres) Tangsel telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti pendukung. Identitas pelaku telah dikantongi, dan proses penyidikan terus dikebut untuk mengungkap sejauh mana aksi bejat ini dilakukan.

Langkah Perlindungan dan Pemulihan Trauma
Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui dinas terkait telah menerjunkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan trauma healing bagi ke-13 siswa tersebut. Langkah ini krusial untuk menjaga kesehatan mental para korban agar dampak psikologis dari kejadian ini tidak mengganggu masa depan mereka.
Beberapa poin penanganan yang dilakukan di Tangsel meliputi:
-
Pendampingan Hukum: Memastikan para korban mendapatkan perlindungan selama proses hukum berjalan.
-
Sanksi Tegas: Otoritas pendidikan di Tangsel menjanjikan sanksi pemecatan secara tidak hormat jika oknum guru tersebut terbukti secara sah melakukan tindakan pidana.
-
Evaluasi Keamanan Sekolah: Memperketat pengawasan di lingkungan sekolah guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Desakan Evaluasi Tenaga Pendidik
Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat di Tangsel. Banyak pihak mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen dan pengawasan etika tenaga pendidik. Keamanan anak di sekolah harus menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Diharapkan proses hukum di Tangerang Selatan ini berjalan secara transparan dan memberikan hukuman yang maksimal bagi pelaku agar tercipta efek jera. Pendidikan seharusnya menjadi tempat yang paling aman bagi anak-anak untuk bertumbuh, bukan justru menjadi tempat mereka mendapatkan ancaman.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























